Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon mengonfirmasi penemuan tiga jasad Anak Buah Kapal (ABK) KM Indo Perkasa 03 yang tenggelam di Perairan Laut Aru. Insiden tragis ini terjadi setelah kapal penangkap cumi tersebut dihantam gelombang tinggi pada Senin, 2 Februari 2026. Operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan untuk menemukan delapan ABK lainnya yang masih hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, menyatakan bahwa ketiga jasad ditemukan selama operasi SAR hari ketiga. Salah satu jasad bahkan telah dimakamkan oleh warga setempat yang menemukannya di garis pantai. Penemuan ini menambah duka mendalam bagi keluarga korban.
Tim SAR Gabungan mengerahkan sumber daya maksimal untuk menyisir area pencarian menggunakan RIB USS Dobo. Upaya ini difokuskan di sekitar lokasi kejadian guna menemukan sisa korban yang belum ditemukan. Total 16 ABK berada di kapal saat musibah terjadi.
Advertisement
Advertisement
Detail Penemuan Jasad Korban Tenggelam
Penemuan pertama dilaporkan pada pukul 10.45 WIT, Kamis (5/2/2026), setelah masyarakat Desa Jerwatu, Kabupaten Kepulauan Aru, menemukan satu korban meninggal dunia di pantai. Tim SAR Gabungan segera bergerak ke lokasi untuk verifikasi. Namun, setibanya di sana, jasad tersebut telah dikebumikan oleh warga setempat.
Selanjutnya, pada pukul 12.25 WIT, tim menerima informasi dari awak kapal yang melaporkan adanya satu korban terperangkap di dalam badan kapal yang terbalik. Tim berhasil mengevakuasi jasad ABK tersebut pada pukul 18.41 WIT. Korban dievakuasi menuju Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru, untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam perjalanan menuju Dobo, sekitar pukul 19.00 WIT, informasi positif kembali diterima dari Bhabinkamtibmas Desa Jerwatu. Masyarakat setempat menemukan satu korban lagi di sekitar pantai pada pukul 18.55 WIT. Jasad korban ketiga ini juga dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi oleh masyarakat ke Desa Jerwatu.
Advertisement
Advertisement
Kronologi dan Daftar ABK KM Indo Perkasa 03
Kapal penangkap cumi KM Indo Perkasa 03 dilaporkan tenggelam pada Senin, 2 Februari 2026, sekitar pukul 07.00 WIT. Musibah ini disebabkan oleh hantaman gelombang tinggi yang ekstrem di Perairan Laut Aru. Saat kejadian, kapal tersebut membawa total 16 Anak Buah Kapal.
Delapan ABK berhasil selamat dari insiden nahas ini. Mereka adalah Nari, Aditya Saputra, Agung Muhammad, Andriyanus, Imam, Liadi, Muhammad Panji, serta Zainudin yang merupakan nahkoda kapal. Para ABK yang selamat telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan.
Sementara itu, delapan ABK lainnya masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama operasi SAR. Mereka adalah Muhammad Bilal, Afrizal, Ahmad Fauzi, Febry Alziran Firmansah, Fransiskus, Mohamad Ridwan, Mohamad Nur Isnaeni, serta Wandi Salusi. Pencarian intensif terus dilakukan untuk menemukan mereka.
Advertisement
Sumber: AntaraNews