DLH Kota Malang Gencarkan Penanaman Tabebuya, Kembalikan Fungsi RTH Pasca Drainase

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memulai penanaman puluhan pohon tabebuya di kawasan Soekarno-Hatta sebagai upaya mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) pascapembangunan drainase. Penanaman Tabebuya Kota Malang ini akan berlanjut dengan ra

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DLH Kota Malang Gencarkan Penanaman Tabebuya, Kembalikan Fungsi RTH Pasca Drainase
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memulai penanaman puluhan pohon tabebuya di kawasan Soekarno-Hatta sebagai upaya mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) pascapembangunan drainase. Penanaman Tabebuya Kota Malang ini akan berlanjut dengan ra (AntaraNews)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang telah memulai penanaman puluhan pohon tabebuya di kawasan Soekarno-Hatta. Langkah ini merupakan tahap awal untuk mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) yang sempat terganggu akibat pembangunan drainase di area tersebut. Penanaman ini menjadi solusi konkret dari Pemerintah Kota Malang.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyampaikan bahwa 40 pohon tabebuya sudah ditanam sejak kemarin. Proses penanaman ini berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur, dan akan terus berlanjut ke depannya. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap lingkungan.

Setelah tahap awal penanaman 40 pohon selesai, DLH Kota Malang berencana menambah 250 pohon tabebuya lagi di sepanjang kawasan Soekarno-Hatta. Total 290 pohon ini diharapkan dapat secara signifikan memulihkan kondisi RTH. Pemetaan lokasi penanaman sedang dilakukan untuk memastikan efektivitasnya.

Pemulihan RTH dan Target Penanaman

Pembangunan sistem drainase di kawasan Soekarno-Hatta sebelumnya mengharuskan penebangan sejumlah pohon yang telah ada. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya fungsi ruang terbuka hijau di area tersebut. Oleh karena itu, penanaman pohon tabebuya menjadi langkah strategis untuk mengembalikan keseimbangan ekologis kota.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa penanaman ini merupakan respons langsung terhadap dampak pembangunan drainase. Tujuannya adalah memastikan upaya penanggulangan banjir dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan keberlanjutan lingkungan menjadi prioritas.

Sebagai tahap awal, sebanyak 40 pohon tabebuya telah ditanam di sepanjang Soekarno-Hatta. Setelah penanaman ini rampung, DLH Kota Malang akan melanjutkan dengan penambahan 250 pohon tabebuya lainnya. Total 290 pohon ini akan ditanam di lokasi-lokasi strategis yang masih dalam tahap pemetaan di kawasan yang sama.

Keunggulan Pohon Tabebuya untuk Lingkungan Kota

Pemilihan pohon tabebuya bukan tanpa alasan, menurut Raymon, pohon ini memiliki sejumlah keunggulan yang sangat cocok untuk kondisi perkotaan. Salah satu manfaat utamanya adalah kemampuannya dalam meningkatkan kadar oksigen di udara. Hal ini sangat penting untuk menjaga kualitas udara di tengah aktivitas perkotaan yang padat.

Selain itu, tabebuya dikenal memiliki daya serap air yang sangat baik, menjadikannya ideal untuk ditanam di kawasan RTH, terutama yang berdekatan dengan drainase. Kemampuan ini sangat mendukung upaya penanggulangan banjir di Kota Malang. Dengan akar yang kuat, tabebuya dapat membantu menahan erosi tanah.

Tidak hanya fungsional, pohon tabebuya juga memberikan nilai estetika yang tinggi bagi kota. Pohon ini memiliki daun yang lebar dan saat berbunga, menampilkan ragam warna yang indah seperti kuning, merah muda, putih, hingga ungu. Keindahan ini dapat mempercantik tampilan jalan dan ruang publik, menciptakan suasana kota yang lebih asri dan menarik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi