Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tengah menyiapkan acara adat syukuran untuk memperingati hari jadi daerah tersebut. Peringatan Hari Jadi Mukomuko yang ke-23 ini akan dilangsungkan pada tanggal 25 Februari 2026. Acara ini direncanakan berlangsung di Gedung Balai Daerah Mukomuko.
Namun, pelaksanaan syukuran adat tahun ini bertepatan dengan bulan puasa, menimbulkan tantangan tersendiri bagi panitia. Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemkab Mukomuko, Amri Kurniadi, menyatakan hal ini. Koordinasi intensif dengan lembaga adat setempat menjadi krusial untuk kelancaran acara.
Hari jadi Kabupaten Mukomuko diperingati setiap tanggal 25 Februari, menandai perubahan status dari kecamatan menjadi kabupaten. Pembentukan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pembentukan Tiga Kabupaten di Provinsi Bengkulu. Undang-undang tersebut juga mengatur pembentukan Kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur di Provinsi Bengkulu.
Advertisement
Advertisement
Pelaksanaan syukuran adat Peringatan Hari Jadi Mukomuko yang bertepatan dengan bulan puasa memerlukan perhatian khusus dari Pemkab Mukomuko. Amri Kurniadi menjelaskan bahwa pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan lembaga adat setempat. Hal ini penting untuk memastikan acara dapat berjalan sesuai tradisi tanpa mengganggu ibadah puasa.
Koordinasi ini bertujuan untuk membahas berbagai opsi terkait jadwal dan format acara. Salah satu pertimbangan adalah kemungkinan pelaksanaan acara adat syukuran dipercepat. Opsi ini akan memungkinkan acara digelar sebelum tanggal 25 Februari 2026.
Lembaga adat memiliki keinginan kuat agar syukuran tetap digelar pada tahun ini. Mereka memandang acara ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas pemekaran wilayah Mukomuko. Oleh karena itu, Pemkab Mukomuko berupaya mencari solusi terbaik.
Advertisement
Advertisement
Rangkaian acara adat Peringatan Hari Jadi Mukomuko ini meliputi ritual syukuran yang sakral. Ritual ini akan dilanjutkan dengan doa bersama antara pemangku adat dan berbagai pihak terkait. Doa bersama ini biasanya dilaksanakan pada siang hari.
Dalam acara syukuran tersebut, hidangan khusus disajikan untuk para peserta. Berbagai jenis makanan berupa nasi dan lauk pauk akan dihidangkan secara tradisional. Penyajiannya menggunakan piring di hadapan para peserta acara, menciptakan suasana kebersamaan.
Acara syukuran ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga memiliki makna mendalam. Ini adalah wujud rasa syukur atas perjalanan dan perkembangan Kabupaten Mukomuko. Tradisi ini telah rutin digelar setiap tahun dalam rangka memperingati hari jadi daerah.
Advertisement
Advertisement
Lembaga adat Mukomuko sangat menghargai tradisi syukuran sebagai bagian integral dari Peringatan Hari Jadi Mukomuko. Mereka kemungkinan akan menolak apabila peringatan hari jadi daerah dilaksanakan tanpa acara syukuran. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya acara tersebut bagi identitas lokal.
Syukuran adat dianggap sebagai salah satu bentuk ungkapan rasa syukur atas pemekaran wilayah Mukomuko. Pemekaran ini telah mengubah statusnya menjadi sebuah kabupaten yang mandiri. Keberlangsungan tradisi ini menjadi prioritas bagi masyarakat adat.
Meskipun ada tantangan karena bertepatan dengan bulan puasa, Pemkab Mukomuko berkomitmen untuk mencari jalan keluar. Pembahasan mengenai penyesuaian jadwal atau format acara terus dilakukan. Tujuannya adalah agar tradisi penting ini tetap dapat terlaksana dengan baik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews