Tim SAR Berhasil Evakuasi 15 Penumpang KM Babasal Star yang Mati Mesin di Banggai Laut

Tim SAR gabungan sukses melakukan evakuasi terhadap 15 penumpang KM Babasal Star yang mengalami mati mesin di perairan Banggai Laut. Simak detail penyelamatan dramatis ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Berhasil Evakuasi 15 Penumpang KM Babasal Star yang Mati Mesin di Banggai Laut
Tim SAR gabungan sigap melakukan evakuasi terhadap 15 penumpang KM Babasal Star setelah kapal tersebut mati mesin di perairan Banggai Laut, Sulawesi Tenggara. Simak detail penyelamatan dramatis ini. (AntaraNews)

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi 15 penumpang Kapal Motor (KM) Babasal Star yang mengalami mati mesin di perairan Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tenggara. Kejadian ini dilaporkan pada Jumat (30/1) malam, memicu respons cepat dari pihak berwenang untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang. Proses evakuasi berlangsung lancar, dengan seluruh korban ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat.

Kepala Kantor SAR Palu, Muh Rizal, menyatakan bahwa pihaknya segera mengerahkan Unit Siaga SAR Banggai Laut beserta sejumlah potensi SAR lainnya setelah menerima informasi. Operasi pencarian dan evakuasi dimulai pada Jumat malam sekitar Pukul 23.10 Wita. Koordinasi yang baik antara berbagai elemen SAR menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan insiden ini.

Insiden mati mesin ini terjadi saat KM Babasal Star sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Banggai Laut menuju Pelabuhan Mansalean, Kecamatan Labobo. Kerusakan teknis pada bagian mesin kapal menyebabkan kapal terombang-ambing di laut, sekitar 5 mil laut dari Pelabuhan Banggai Laut. Kondisi ini memerlukan intervensi cepat untuk mencegah risiko yang lebih besar bagi para penumpang.

KM Babasal Star dilaporkan bertolak dari Pelabuhan Banggai Laut dengan tujuan akhir Pelabuhan Mansalean, Kecamatan Labobo. Namun, di tengah pelayaran, kapal tersebut tiba-tiba mengalami kerusakan teknis pada bagian mesin. Kejadian ini menyebabkan kapal tidak dapat beroperasi dan terhenti di perairan Kabupaten Banggai Laut.

Jarak lokasi mati mesin diperkirakan kurang lebih 5 mil laut dari Pelabuhan Banggai Laut, yang merupakan titik keberangkatan kapal. Situasi ini segera dilaporkan kepada pihak berwenang, memicu respons tanggap darurat dari tim SAR. Kondisi cuaca dan arus laut menjadi faktor penting yang dipertimbangkan dalam perencanaan operasi penyelamatan.

Insiden ini menyoroti pentingnya pemeriksaan rutin dan pemeliharaan kapal untuk mencegah kerusakan teknis yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Kapal yang mengalami mati mesin di tengah laut dapat menghadapi berbagai risiko, termasuk hanyut terbawa arus atau terbalik akibat gelombang.

Setelah menerima laporan mengenai insiden mati mesin KM Babasal Star, Kantor SAR Palu segera mengambil tindakan. Kepala Kantor SAR Palu, Muh Rizal, memerintahkan pengerahan Unit Siaga SAR Banggai Laut dan sejumlah potensi SAR lainnya. Tim rescue diberangkatkan dengan pembagian tugas yang jelas dan petunjuk keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas.

Tim SAR membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk tiba di titik koordinat lokasi kapal yang mengalami masalah. Kecepatan respons ini sangat krusial dalam operasi penyelamatan di laut. Pukul 23.35 Wita, tim berhasil menemukan kapal dan memulai proses evakuasi.

Operasi SAR kali ini melibatkan personel dari Unit Siaga SAR Banggai Laut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), pihak keluarga korban, dan masyarakat setempat. Sinergi antara berbagai lembaga dan elemen masyarakat ini mempercepat dan memperlancar proses evakuasi. Tim juga didukung oleh alat utama (alut) SAR yang memadai, termasuk perahu karet jenis RIB, peralatan SAR air, peralatan medis, alat komunikasi, dan peralatan evakuasi.

Seluruh 15 penumpang KM Babasal Star berhasil dievakuasi dalam keadaan sehat dan selamat. Para korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Rakyat Tinakin, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut. Proses evakuasi berlangsung dengan aman dan terkendali, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka serius.

Pada Sabtu sekitar pukul 00.05 Wita, tim SAR gabungan beserta seluruh korban tiba di Pelabuhan Rakyat Tinakin. Setelah tiba, para korban diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menunggu. Momen penyerahan ini menandai berakhirnya masa-masa menegangkan bagi para penumpang dan keluarga mereka.

Daftar nama korban yang berhasil dievakuasi meliputi Handoko (28), Sandi (26), Ujang (18), Sardi (54), Pian (67), Indra (27), Asni (23), Dini (21), Santi (40), Rahayu (28), Rana (20), Yanto (55), Indra (22), Andika (17), dan Rio (32). Setelah semua penumpang berhasil dievakuasi, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor SAR Palu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi