Profesor Morten P. Meldal, seorang ilmuwan dunia sekaligus peraih Nobel bidang Kimia pada tahun 2022, baru-baru ini membagikan pandangannya tentang faktor penentu kesuksesan di bidang Sains, Teknologi, Engineering (Teknik), dan Matematika (STEM). Ia hadir dalam sebuah kuliah umum di Jakarta yang bertajuk "STEMpowerment for All: Breaking Barriers, Building Futures".
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Meldal secara tegas menyatakan bahwa pengalaman nyata dan kedalaman berpikir merupakan dua elemen krusial yang harus dimiliki oleh individu yang ingin berhasil di sektor STEM. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat, 30 Januari, setelah acara kuliah umum tersebut.
Menurutnya, meskipun penguasaan teknologi modern sangat penting, interaksi langsung dengan dunia nyata dan kemampuan untuk merenung secara mendalam tetap tak tergantikan. Hal ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan pemikiran kritis dan pemahaman konkret dalam sains.
Advertisement
Advertisement
Prof. Morten P. Meldal mengakui bahwa teknologi seperti ponsel dan komputer memiliki peran vital dalam kehidupan kontemporer. Namun, ia menekankan bahwa alat-alat ini tidak dapat sepenuhnya menggantikan nilai dari pengalaman langsung. Pengalaman nyata, seperti mengamati cara kerja alam, memberikan pemahaman yang konkret dan mendalam.
"Saya pikir apa yang disampaikan sebelumnya tentang memiliki pengalaman nyata itu sangat penting, di samping tentu saja mahir memanfaatkan teknologi modern, termasuk telepon dan juga komputer," ujar Prof. Morten. Ia menambahkan bahwa komputer akan sangat penting pada masa depan kita.
Prof. Morten menjelaskan bahwa pengalaman langsung akan membantu seseorang memahami berbagai fenomena sains secara konkret. Ini memungkinkan individu untuk benar-benar merasakan dan menginternalisasi konsep-konsep ilmiah.
Advertisement
Ia juga menyoroti bahwa banyak generasi muda yang tumbuh di perkotaan cenderung kurang berinteraksi dengan proses alam. Akibatnya, mereka mungkin tidak sepenuhnya merasakan peran vital alam dalam kehidupan sehari-hari, sebuah pengalaman yang sangat berharga.
Advertisement
Selain pengalaman nyata, Prof. Morten P. Meldal juga menekankan pentingnya kedalaman berpikir. Ia menilai bahwa kehidupan di kota besar seringkali menjauhkan manusia dari "keajaiban alam" dan mengurangi paparan pengalaman nyata.
Oleh karena itu, ia menganjurkan agar setiap individu meluangkan waktu untuk berhenti sejenak, duduk, mengamati, dan merenungkan suatu proses secara mendalam. Proses refleksi ini krusial untuk mengembangkan pemahaman yang komprehensif.
"Anda perlu waktu untuk relaks, duduk, mengalami bagaimana sesuatu bekerja, lalu memikirkannya. Kita harus punya waktu untuk berpikir," kata Prof. Morten. Ini menunjukkan urgensi melatih pikiran untuk menganalisis dan memahami.
Advertisement
Bagi mereka yang bercita-cita berkarir di bidang STEM, Prof. Meldal mengingatkan untuk terus melatih alur pikir mandiri dan runtut. Kemampuan ini sangat penting untuk menemukan solusi di tengah derasnya arus informasi digital yang terus berkembang.
Advertisement
Prof. Morten P. Meldal menegaskan bahwa inti dari STEM adalah tentang masalah dan solusi. Oleh karena itu, kemampuan untuk membangun alur pikir yang sistematis dari awal hingga akhir sangatlah fundamental.
"Bangun kemampuan untuk berpikir dari titik A sampai titik Z, mengikuti jalurnya, dan menjaga pikiran tetap pada satu gagasan sampai mendapatkan solusi," jelas Prof. Morten. Ini adalah kunci untuk inovasi dan penemuan di bidang sains dan teknologi.
Melatih pikiran agar tetap fokus pada satu gagasan hingga menemukan solusi merupakan keterampilan yang tak ternilai. Hal ini memungkinkan para ilmuwan dan insinyur untuk mengatasi tantangan kompleks secara efektif.
Advertisement
Dengan mengintegrasikan pengalaman nyata dan kedalaman berpikir, individu di bidang STEM dapat mengembangkan pemahaman holistik dan menghasilkan solusi inovatif yang relevan. Ini adalah jalan menuju keberhasilan yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews