Seorang pegawai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), AN (38) membunuh rekan kerja, WL (50) dengan dalih risih dipeluk saat boncengan motor. Namun fakta baru terungkap.
Kapolsek Lembak, Iptu Yopi Maswan mengungkapkan, pengakuan tersebut hanya alibi tersangka untuk meringankan sanksi pidana. Tersangka juga menginginkan adanya simpati dari kepolisian.
"Waktu menyerahkan diri dia bilang kesal dipeluk oleh korban, itu hanya alibi tersangka," ungkap Kapolsek Lembak Iptu Yopi Maswan, Jumat (30/1).
Saat diperiksa mendalam, barulah didapat motif sebenarnya. Ternyata tersangka sudah merencanakan pembunuhan lantaran kesal korban tak kunjung membayar utang kepadanya sebanyak Rp2 juta yang dipinjam dua bulan sebelum kejadian.
"Motifnya masalah utang-piutang, bukan karena kesal dipeluk," kata Yopi.
Di hari kejadian, tersangka sempat menagih utang kepada korban. Korban meminta bersabar sambil menunggu pinjaman ke orang lain. Tersangka ngotot uangnya segera dikembalikan. Alhasil, korban memutuskan menggadaikan sepeda motornya hingga keduanya berangkat ke Desa Gaung Asam, Muara Enim, Sumsel.
"Nah di sanalah terjadi pembunuhan. Untuk keberadaan sepeda motor korban sendiri masih penyelidikan," kata Yopi.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman di atas 15 tahun penjara.
Advertisement
Heboh Penemuan Mayat
Diketahui, warga Desa Gaung Asam, Kecamatan Belida Darat, Muara Enim, Sumsel heboh dengan penemuan sesosok mayat perempuan di semak belukar bekas kebun nanas. Polisi menduga korban tewas akibat dibunuh.
Mayat ditemukan dalam kondisi terlentang dengan masih berpakaian lengkap, sudah membusuk dan sulit dikenali, Selasa (27/1) sore. Terdapat luka di kaki dan leher terjerat.
Korban diketahui berinisial WL (50), pegawai dapur MBG di kawasan Plaju Palembang. Sementara pelaku adalah pria inisial AN (38), yang merupakan rekan kerja korban.
Pembunuhan berawal dari ajakan korban ke pelaku untuk jalan-jalan sehari sebelum kejadian. Namun pelaku menolak karena ingin mengantar terpal yang dipinjam ke pamannya di Gaung Asam, Muara Enim, menggunakan mobil travel.
Korban memaksa ikut ke sana. Dia juga menawarkan berboncengan sepeda motor miliknya dan dikabulkan pelaku hingga keduanya berangkat bersama pada Kamis (22/1).
Sepanjang jalan, korban selalu menggodanya, mulai dari memeluk, mencium, hingga lainnya yang membuat pelaku risih. Dia pun mengingatkan korban agar bersikap biasa saja karena sudah punya anak dan istri.
Advertisement
Korban Kembali Mengulangi
Ternyata korban kembali mengulanginya. Pelaku emosi dan menghentikan motor di jalanan yang sepi. Di sana, dia menerjang korban hingga terjatuh. Korban berontak dan melawan.
Pelaku yang gelap mata mengikat leher korban dengan jilbab hingga tewas di tempat. Mayatnya dibuang pelaku ke semak-semak bekas kebun nanas.
Untuk menghilangkan barang bukti, pelaku meninggalkan sepeda motor korban di perkebunan di Lembak, Muara Enim, dan membuang kunci kontaknya. Dia jalan kaki ke jalan raya dan menumpang mobil travel menuju Palembang.
Selama sepekan usai kejadian, pelaku merasa hidupnya tak tenang. Alhasil, dia memutuskan menyerahkan diri ke rumah anggota polisi dan selanjutnya diantar ke Polsek Ilir Barat II Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Selasa (27/1) malam.