Pemulihan Pendidikan Sumbar Dikebut, Pembersihan Sekolah dan Pesantren Pasca Bencana Terus Dilakukan

Prajurit TNI bersinergi dalam memperbaiki sekolah dan pesantren sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca bencana.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Pemulihan Pendidikan Sumbar Dikebut, Pembersihan Sekolah dan Pesantren Pasca Bencana Terus Dilakukan
Prajurit TNI Gotong Royong Perbaiki Sekolah dan Pesantren. (istimewa) (© 2026 Liputan6.com)

Upaya pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana alam di Sumatra Barat terus dilakukan oleh pemerintah bersama TNI AD. Pada hari Kamis (29/1), prajurit TNI dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol melaksanakan kegiatan pembersihan dan revitalisasi di sejumlah sekolah serta pesantren yang terkena dampak bencana.

Kegiatan ini mencakup berbagai pekerjaan fisik, seperti mengganti dinding yang rusak, memperbaiki pintu, mengecat bangunan, memperbaiki instalasi listrik, serta mengangkut pasir, tanah, dan batu yang tersisa akibat bencana. Selain itu, anggota TNI juga membersihkan pekarangan sekolah dan saluran air untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian dalam kegiatan pembersihan ini adalah SMP Negeri 1 Maninjau yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Di sekolah tersebut, prajurit TNI bekerja sama dengan warga setempat untuk membersihkan sisa material pascabencana dan memperbaiki kerusakan ringan pada fasilitas sekolah.

Kegiatan serupa juga dilakukan di beberapa lokasi lainnya, termasuk di SD Negeri 09 Bancah yang berada di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, serta di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Paninggahan, Kabupaten Solok. Semua upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan dapat berfungsi kembali dengan baik dan mendukung proses belajar mengajar.

Proses Perbaikan Bangunan Pondok Pesantren Mencapai Tahap Akhir

Pemulihan Pendidikan Tetap Prioritas, Pembersihan Sekolah dan Pesantren di Sumbar Dikebut
Prajurit TNI Gotong Royong Perbaiki Sekolah dan Pesantren. (istimewa) © 2026 Liputan6.com

Di Pondok Pesantren MTI Paninggahan, anggota TNI sedang memusatkan perhatian pada penyelesaian perbaikan bangunan yang terkena dampak banjir. Beberapa bagian dari pesantren yang sebelumnya rusak kini telah dapat digunakan kembali.

"Kami melaksanakan renovasi sekolah MTI Paninggahan yang terdampak bencana banjir yang lalu. Kegiatan kami adalah finishing pengecatan pagar dan tempat WC yang belum dicat. Kita dapat bantuan cat, kita laksanakan pengecatan hari ini sama kemarin," ungkap salah satu anggota TNI yang sedang membersihkan Ponpes MTI Paninggahan. Diharapkan, anak-anak dapat kembali bersekolah seperti biasa.

Pemerintah memang menjadikan revitalisasi fasilitas pendidikan sebagai salah satu prioritas utama. Sementara itu, siswa dan guru yang sekolahnya mengalami kerusakan parah melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBMG) di dalam tenda.

Proses pembersihan dan perbaikan secara intensif terus dilakukan di berbagai sekolah. Terkait hal tersebut, pemerintah juga menerapkan beberapa skema yang bersifat adaptif dan fleksibel untuk mendukung siswa dan guru.

Rekomendasi