Puluhan Warga Masih Mengungsi Akibat Banjir Jakarta: BPBD DKI Siaga Penuh

Banjir Jakarta masih menyisakan dampak signifikan, puluhan warga di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat terpaksa mengungsi. BPBD DKI Jakarta terus memonitor dan melakukan penanganan intensif di berbagai wilayah terdampak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Puluhan Warga Masih Mengungsi Akibat Banjir Jakarta: BPBD DKI Siaga Penuh
Banjir Jakarta masih menyisakan dampak signifikan, puluhan warga di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat terpaksa mengungsi. BPBD DKI Jakarta terus memonitor dan melakukan penanganan intensif di berbagai wilayah terdampak. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa puluhan warga di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat masih harus mengungsi akibat dampak banjir yang melanda Ibu Kota. Hingga Kamis malam, 29 Januari 2026, tercatat setidaknya 64 jiwa belum dapat kembali ke rumah masing-masing.

Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, menjelaskan bahwa pengungsi di Jakarta Pusat berjumlah 50 jiwa. Mereka menempati lokasi pengungsian di RPTRA Segas RW 06 dan aula Masjid Muhajirin RW 07, Kelurahan Tengsin, setelah rumah mereka terendam banjir pada Kamis petang.

Sementara itu, di Jakarta Barat, sebanyak 14 jiwa mengungsi di Masjid Jami Al-Fudhola, Kelurahan Kedaung Kali Angke. Banjir yang terjadi telah merendam 42 RT dan 10 ruas jalan di sejumlah wilayah Jakarta, termasuk Jakarta Barat, Timur, Utara, dan Jakarta Selatan, memicu evakuasi warga untuk keselamatan.

Dampak banjir di Jakarta menyebabkan puluhan warga terpaksa meninggalkan kediaman mereka. Di Jakarta Pusat, 50 jiwa mengungsi di dua titik, yaitu RPTRA Segas RW 06 dan aula Masjid Muhajirin RW 07, Kelurahan Tengsin. Mereka dievakuasi setelah permukiman mereka terendam air pada Kamis petang.

Di Jakarta Barat, sebanyak 14 jiwa warga terdampak banjir mencari perlindungan di Masjid Jami Al-Fudhola, Kelurahan Kedaung Kali Angke. Total 64 warga dari kedua wilayah ini masih berada di pengungsian, menunggu kondisi air surut dan lingkungan kembali aman untuk dihuni.

BPBD DKI Jakarta terus memastikan ketersediaan kebutuhan dasar bagi para penyintas di lokasi pengungsian. Petugas siaga untuk memberikan bantuan dan memantau kondisi kesehatan para pengungsi.

Hingga Kamis malam, banjir masih merendam 42 Rukun Tetangga (RT) dan 10 ruas jalan di berbagai penjuru Jakarta. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter di beberapa lokasi.

Berikut adalah rincian wilayah yang tergenang:

  • Jakarta Barat: Terdapat 19 RT yang terendam, meliputi Kelurahan Kapuk (dua RT), Kelurahan Kedaung Kali Angke (empat RT), Kelurahan Rawa Buaya (lima RT), Kelurahan Kedoya Selatan (lima RT), dan Kelurahan Kembangan Selatan (tiga RT). Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 20-90 sentimeter.
  • Jakarta Selatan: Tiga RT di Kelurahan Pejaten Timur terendam dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter.
  • Jakarta Timur: Sebanyak 18 RT terdampak, tersebar di Kelurahan Rawa Terate (satu RT), Kelurahan Bidara Cina (empat RT), Kelurahan Cipinang Muara (dua RT), Kelurahan Kampung Melayu (empat RT), Kelurahan Cawang (lima RT), dan Kelurahan Cililitan (dua RT). Ketinggian air di Jakarta Timur paling tinggi, mencapai 20-120 sentimeter.
  • Jakarta Utara: Dua RT di Kelurahan Cilincing (satu RT) dan Kelurahan Marunda (satu RT) tergenang dengan ketinggian air 15-20 sentimeter.

Selain RT, 10 ruas jalan juga tergenang, antara lain:

  1. Jl. Rawa Indah Dua, Kel. Pegangsaan Dua, Jakarta Utara (15 cm)
  2. Jl. Terusan Klp Hybrida Rawa Indah, Kel. Sukapura, Jakarta Utara (10 cm)
  3. Jl. Inspeksi Kirana, Kel. Semper Timur, Jakarta Utara (50 cm)
  4. Jl. Daan Mogot KM 12 (Seberang Victoria / Pabrik Gelas), Kel. Cengkareng Timur, Jakarta Barat (15 cm)
  5. Jl. Srengseng Raya, Kel. Srengseng, Jakarta Barat (40 cm)
  6. Jl. Puri Kembangan (Depan Sekolah SMK Budi Murni), Kel. Kedoya Selatan, Jakarta Barat (15 cm)
  7. Jl. Komplek BTN Rt 06 & 07 Rw 03, Kel. Meruya Utara, Jakarta Barat (20 cm)
  8. Jl. Daan Mogot Halte Taman Kota, Kel. Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat (15 cm)
  9. Jl. Pulo Raya IV, Kel. Petogogan, Jakarta Selatan (45 cm)
  10. GG. Langgar, Kel. Rawajati, Jakarta Selatan (40 cm)

Menyikapi kondisi ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personelnya secara maksimal untuk memonitor perkembangan genangan di setiap wilayah. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai dinas terkait untuk penanganan cepat dan efektif.

Unsur Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) dikerahkan untuk melakukan penyedotan genangan air. Upaya ini bertujuan untuk mempercepat surutnya banjir di area permukiman dan ruas jalan yang terdampak.

Selain itu, petugas juga memastikan bahwa tali-tali air berfungsi dengan baik guna mengoptimalkan aliran air dan mencegah genangan baru. Kebutuhan dasar bagi para penyintas banjir juga menjadi prioritas utama, dengan penyediaan logistik dan fasilitas yang memadai di lokasi pengungsian.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi