Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros Ditemukan di Kedalaman 500 Meter, Jenis Kelamin Perempuan

Korban kedua ditemukan di kedalaman 500 meter dari puncak gunung Bulu Saurung, Sulawesi Selatan. Korban berjenis kelamin perempuan.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros Ditemukan di Kedalaman 500 Meter, Jenis Kelamin Perempuan
Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros Ditemukan di Kedalaman 500 Meter, Jenis Kelamin Perempuan (Merdeka.com)

Tim SAR gabungan kembali menemukan korban jatuhnya pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung pada sekira pukul 14.20 Wita. Korban ditemukan di lereng kedalaman 500 meter dan berjenis kelamin perempuan.

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Muh Syafii mengatakan tim SAR gabungan kembali menemukan korban kerdua jatuhnya pesawat IAT ATR 42-500. Ia menyebut korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.20 Wita.

"Kemudian hari ini juga telah ditemukan satu korban kedua," ujarnya kepada wartawan di Kantor Basarnas Makassar, Senin (18/1).

Syafii mengungkapkan korban kedua ditemukan 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Ia mengungkapkan korban kedua yang ditemukan berjenis kelamin perempuan.

"Dari informasi awal bahwa korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki dan yang kedua informasi yang kita dapatkan berjenis kelamin perempuan," kata dia.

Lokasi Penemuan Korban

TNI AD Operasi Pencarian Pesawat ATR
TNI AD Operasi Pencarian Pesawat ATR Dokumen TNI AD

Terkait identitas dan kondisi korban saat ditemukan, Syafii mengaku hal tersebut merupakan ranah tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

"Nanti mungkin persisnya dari DVI. Saya ingin sampaikan bahwa lokasi kejadian berada dalam kondisi tebing yang sangat terjal dan curam. Begitu juga dengan kedalaman korban diperkirakan ada di kedalaman 500 meter dari puncak," tuturnya.

Evakuasi Masih Berlangsung

Syafii mengaku saat ini tim rescue sedang berusaha melakukan evakuasi terhadap kedua korban yang sudah ditemukan. Ia mengungkapkan kendala proses evakuasi yakni cuaca dan medan yang cukup ekstrem.

"Saya sampaikan saat ini sedang dalam upaya proses evakuasi," ucapnya.

Rekomendasi