Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan serta mengevakuasi jasad seorang anak buah kapal (ABK) yang sebelumnya dilaporkan jatuh di perairan Tanjung Pinggir, Kota Batam, Kepulauan Riau. Korban, Sakaria Jerianto (23), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian intensif. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban berusaha mengambil bola yang jatuh ke laut.
Penemuan jasad Sakaria Jerianto dilakukan pada hari kedua Operasi SAR, tepatnya pada Minggu (18/1) pukul 16.40 WIB, mengakhiri kekhawatiran keluarga dan tim pencari. Lokasi penemuan berjarak sekitar 0,8 Nautical Mile (NM) dari titik awal korban terjatuh dari kapal kargo Tamak 02. Upaya pencarian ini melibatkan berbagai unsur tim penyelamat.
Setelah berhasil dievakuasi dari laut, jasad korban segera dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk proses pemulasaran lebih lanjut. Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Operasi SAR kemudian resmi ditutup setelah penemuan korban ini.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Kejadian dan Tantangan Pencarian
Insiden jatuhnya Sakaria Jerianto terjadi pada Jumat (16/1) ketika ia sedang bermain bola di atas kapal kargo Tamak 02. Bola yang dimainkannya kemudian jatuh ke laut, memicu korban untuk berusaha mengambilnya meskipun telah diperingatkan oleh rekan-rekan kru kapal. Arus laut yang saat itu sangat deras menjadi faktor utama dalam insiden ini.
Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan Sakaria. Laporan mengenai hilangnya korban segera ditindaklanjuti dengan pembentukan tim SAR gabungan untuk memulai operasi pencarian. Area perairan Tanjung Pinggir menjadi fokus utama pencarian.
Operasi pencarian yang dimulai sejak Sabtu (17/1) menghadapi berbagai tantangan signifikan di lapangan. Kondisi gelombang tinggi dan angin kencang di laut sangat memengaruhi jalannya proses pencarian. Faktor cuaca ekstrem ini membuat tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati dan dengan peralatan yang memadai.
Advertisement
Tim SAR gabungan mengerahkan berbagai peralatan canggih seperti Rescue Car Type II, RIB 03 Batam, Sea Rider 02 Ditpolairud Polda Kepri, KP XXX-28-1001 Polairud Polresta Barelang, KN P544 KPLP, serta satu unit drone thermal. Peralatan ini sangat membantu dalam menyisir area pencarian yang luas dan menantang.
Advertisement
Evakuasi dan Penutupan Operasi SAR
Setelah dua hari pencarian intensif, jasad Sakaria Jerianto akhirnya ditemukan pada Minggu (18/1) sore. Penemuan ini membawa kelegaan sekaligus duka bagi tim SAR dan keluarga korban. Lokasi penemuan yang tidak terlalu jauh dari titik kejadian menunjukkan efektivitas strategi pencarian yang diterapkan.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengonfirmasi penemuan jasad korban dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi dari laut dilakukan dengan sigap oleh tim gabungan. Jasad korban kemudian langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk prosedur selanjutnya sebelum diserahkan kepada keluarga.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR yang melibatkan berbagai unsur resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Fazzli menjelaskan bahwa setelah debriefing, seluruh tim sepakat untuk mengakhiri operasi. Keberhasilan penemuan ini menunjukkan koordinasi yang baik antarlembaga dalam penanganan insiden darurat di laut.
Advertisement
Tim SAR gabungan terdiri dari unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Pos SAR Batam, Ditpolairud Polda Kepri, KPLP, VTS Batam, dan Ditpolairud Polresta Barelang. Kolaborasi ini menjadi kunci sukses dalam operasi pencarian dan evakuasi di tengah kondisi perairan yang menantang.
Sumber: AntaraNews