Gubernur NTB Dorong Kemandirian Masjid Melalui Optimalisasi Aset Wakaf

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyoroti pentingnya kemandirian masjid melalui pemanfaatan aset wakaf, dengan Masjid Masbagik sebagai percontohan nyata yang berhasil mengelola pertokoan dari tanah wakaf.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur NTB Dorong Kemandirian Masjid Melalui Optimalisasi Aset Wakaf
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyoroti pentingnya kemandirian masjid melalui pemanfaatan aset wakaf, dengan Masjid Masbagik sebagai percontohan nyata yang berhasil mengelola pertokoan dari tanah wakaf. (AntaraNews)

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan pentingnya kemandirian masjid di wilayahnya. Hal ini diwujudkan melalui optimalisasi pemanfaatan aset tanah wakaf yang dikembangkan menjadi fasilitas komersial. Model ini diharapkan dapat menopang operasional dan program kesejahteraan masjid secara finansial.

Pernyataan ini disampaikan Iqbal saat meresmikan pertokoan Masjid Masbagik di Lombok Timur pada Minggu (18/1). Masjid Masbagik telah berhasil membangun deretan pertokoan di atas tanah wakafnya. Keberhasilan ini menjadi sorotan utama dalam upaya menciptakan kemandirian ekonomi bagi rumah ibadah.

Menariknya, seluruh unit toko tersebut telah habis disewa bahkan sebelum resmi dibuka untuk umum. Para penyewa mayoritas berasal dari jamaah masjid sendiri, menunjukkan dukungan kuat dari komunitas lokal. Hasil sewa ini akan dialokasikan sepenuhnya untuk operasional dan berbagai program kesejahteraan masjid.

Inovasi Masjid Masbagik: Percontohan Pemanfaatan Wakaf

Masjid Masbagik di Lombok Timur kini menjadi percontohan nyata bagi ribuan masjid lainnya di NTB dalam mencapai kemandirian finansial. Gubernur Iqbal secara khusus memuji inisiatif ini, menekankan bahwa masjid harus mampu berdiri sendiri secara ekonomi. Model pemanfaatan aset wakaf yang dilakukan Masjid Masbagik membuktikan bahwa hal tersebut sangat mungkin direalisasikan.

Pembangunan pertokoan Masjid Raya Masbagik merupakan realisasi dari visi jangka panjang pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Cita-cita ini telah disampaikan sekitar dua tahun lalu, dengan tujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga entitas yang mandiri secara finansial. “Ini adalah cita-cita lama. Mereka ingin masjid ini mandiri agar syiar Islam bisa dijalankan dengan lebih leluasa,” kata Iqbal.

Kolaborasi masyarakat Masbagik turut menjadi kunci sukses dalam menyukseskan "Gawe Sosial Masbagik" yang berbarengan dengan peluncuran pertokoan. Sekda Lombok Timur, M Juaini Taofik, menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat kebersamaan ini. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana komunitas dapat bersatu untuk tujuan yang lebih besar, memberdayakan masjid mereka.

Urgensi Kemandirian Finansial Masjid di Lombok Timur

Dengan jumlah masjid di Lombok Timur yang mencapai hampir 1.400 unit, kemandirian finansial menjadi aspek krusial bagi keberlanjutan dakwah dan kegiatan keagamaan. M Juaini Taofik menyoroti bahwa tanpa dukungan finansial yang kuat, masjid akan kesulitan dalam menjalankan berbagai programnya. Oleh karena itu, model seperti yang diterapkan Masjid Masbagik sangat relevan dan dibutuhkan.

“Masbagik cepat bergerak dan cepat menangkap peluang. Ini contoh kolaborasi yang patut diapresiasi,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya proaktivitas dan kemampuan melihat potensi ekonomi dari aset yang dimiliki. Pemanfaatan aset wakaf secara produktif dapat menjadi solusi jangka panjang untuk kebutuhan finansial masjid.

Peluncuran pertokoan ini juga dirangkaikan dengan "Gawe Sosial Masbagik", sebuah acara komunitas yang meriah. Kegiatan ini meliputi jalan sehat yang diikuti puluhan ribu peserta, layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, bazar UMKM, serta hiburan masyarakat berupa pertunjukan musik. Acara ini tidak hanya merayakan kemandirian masjid tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi