Diduga Akibat Petir, Kebakaran Pabrik Jepara Hanguskan Area Luas dan Rugikan Rp5 Miliar

Pabrik bahan baku tas dan sepatu di Jepara dilalap api pada Sabtu (17/1). Kebakaran pabrik Jepara ini diduga dipicu sambaran petir, menyebabkan kerugian hingga Rp5 miliar dan melukai dua orang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Diduga Akibat Petir, Kebakaran Pabrik Jepara Hanguskan Area Luas dan Rugikan Rp5 Miliar
Pabrik bahan baku tas dan sepatu di Jepara dilalap api pada Sabtu (17/1). Kebakaran pabrik Jepara ini diduga dipicu sambaran petir, menyebabkan kerugian hingga Rp5 miliar dan melukai dua orang. (AntaraNews)

Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik bahan baku tas dan sepatu di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Sabtu (17/1). Insiden ini terjadi di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, menarik perhatian banyak pihak. Sebanyak 12 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi api yang berkobar.

Api mulai terlihat sekitar pukul 10.38 WIB, dengan petugas pemadam tiba di lokasi 20 menit kemudian. Proses pemadaman berlangsung intensif hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 15.45 WIB. Peristiwa ini diduga kuat akibat sambaran petir yang memicu korsleting listrik.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh berbagai instansi. Dua korban dilaporkan mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan medis.

Kronologi dan Upaya Pemadaman Kebakaran Pabrik Jepara

Kebakaran yang menimpa pabrik milik PT Chengqi Industrial Indonesia ini berlangsung cukup lama. Petugas pemadam kebakaran segera merespons laporan dan tiba di lokasi dengan cepat. Mereka berupaya keras mencegah api merembet ke area lain di sekitar pabrik.

Sebanyak 12 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan dalam penanganan insiden ini. Armada tersebut berasal dari Pos Mako 113, Pos Bangsri, dan Pos Kalinyamatan. Bantuan juga datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta sejumlah perusahaan swasta seperti PT Djarum Kudus, PT Kota Jati, dan PT ELS.

Edy Marwoto menjelaskan bahwa tim gabungan terdiri dari dua perwira pengendali dan 26 personel pemadam kebakaran. Mereka didukung penuh oleh personel dari Polres Jepara, Polsek Nalumsari, Koramil, BPBD, dan DLH. Koordinasi yang baik sangat membantu dalam proses pemadaman api.

Setelah berjuang selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Pihak berwenang kini masih melakukan pendataan lebih lanjut di lokasi kejadian. Mereka juga memastikan kondisi area pabrik aman pasca kebakaran.

Dampak dan Kerugian Akibat Insiden Kebakaran Pabrik Jepara

Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 150 x 100 meter persegi. Skala kerusakan ini menunjukkan betapa besar api yang melalap pabrik tersebut. Material bahan baku tas dan sepatu menjadi sasaran utama kobaran api.

Akibat insiden kebakaran pabrik Jepara ini, kerugian materiil ditaksir mencapai angka fantastis. Diperkirakan total kerugian mencapai Rp5 miliar. Angka ini mencakup kerusakan bangunan dan juga stok bahan baku yang terbakar habis.

Selain kerugian materiil, kebakaran ini juga menyebabkan dua orang mengalami luka bakar. Kedua korban tersebut saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSU PKU. Beruntungnya, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tragis ini.

Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan untuk mengonfirmasi penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada sambaran petir yang memicu korsleting listrik. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan kelistrikan di fasilitas industri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi