Darurat Pesantren! 73 Santri di Kendari Keracunan, Polisi Selidiki Makanan

Penyidik Satreskrim menyerahkan sampel bahan makanan dan muntahan para santri ke Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Sulawesi Selatan.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Darurat Pesantren! 73 Santri di Kendari Keracunan, Polisi Selidiki Makanan
Darurat Pesantren! 73 Santri di Kendari Keracunan, Polisi Selidiki Makanan (Merdeka.com)

Satuan Reserse Kriminal Polres Kendari tengah menyelidiki insiden keracunan yang menimpa 73 santri Pondok Pesantren Al Mannan. Untuk memastikan penyebabnya, penyidik Satreskrim menyerahkan sampel bahan makanan dan muntahan para santri ke Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Sulawesi Selatan.

Kepala Satreskrim Polresta Kendari Ajun Komisaris Welliwanto Malau mengatakan unit Tipidter telah menyerahkan barang bukti terkait kasus keracunan santri untuk diperiksa Biddokes Polda Sulsel.

Barang Bukti

Barang bukti yang diserahkan satu bungkus ayam, muntahan korban, sisa tempe goreng, sisa makanan sayur labu santan, nasi, kecap, air keran, bumbu-bumbu masakan dari dapur, dan mi instan.

"Semua barang bukti itu berkaitan dengan konsumsi para santri dilakukan pemeriksaan secara toksikologi,” kata dia.

Uji Laboratorium

Welliwanto mengaku nantinya uji laboratorium untuk melihat apakah ada zat berbahaya atau cemaran yang menyebabkan para santri mengalami keracunan. Selain itu, polisi juga masih memeriksa sejumlah orang terkait kasus keracunan tersebut.

"Saat ini total ada 73 orang santri yang mengalami keracunan," tuturnya.

Welliwanto mengaku para santri sempat dirawat di sejumlah rumah sakit seperti RS Bhayangkara Kendari, RSUD Kota Kendari, Puskesmas Puuwatu, dan RS Antero Hamra. Setelah mendapatkan perawatan, kondisi para santri sudah berangsur membaik.

"Tapi masih ada santri yang membutuhkan observasi medis lanjutan," ucapnya. 

Rekomendasi