Taj Yasin Respons Ratusan 752 Siswa Rembang Keracunan MBG

Total 752 siswa dan 25 guru mengalami diare hingga muntah.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Taj Yasin Respons Ratusan 752 Siswa Rembang Keracunan MBG
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen

Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen menyoroti keracunan massal yang terjadi di SMA Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang. Dugaan keracunan sering terjadi karena SPPG tak memasak sesuai standar operasional pekerja (SOP). Apabila dugaan ini terbukti, SPPG Soditan akan ditutup oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Biasanya kalau ada keracunan, SOP-nya terlewati. Apakah mengeluarkannya dari lemari pendingin dan lain sebagainya. Ini yang harus kita evaluasi. Kalau nanti terindikasi lalai, disengaja, SOP tidak dijalankan dengan baik, bisa kita laporkan, bisa ditutup," kata Taj Yasin seusai rapat paripurna di gedung DPRD Jateng, Kamis (3/9/2026).

Total ada 752 siswa dan 25 guru alami diare hingga muntah-muntah seusai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Informasi yang dihimpun, paket makanan MBG SMA Negeri 1 Lasem didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan pada Rabu (2/9/2026) siang. Menunya terdiri dari ayam bakar grill, tempe, lalapan, sambal teri goreng, serta buah semangka potong.

Sedangkan gejala pencernaan terjadi pada Kamis (3/9/2026) pagi, saat para siswa mulai masuk kelas. Dari ratusan orang itu, empat siswa dan satu guru dibawa ke Puskesmas Lasem karena terus alami muntah-muntah.

Dia memastikan penanganan pertama memastikan mereka yang keracunan ditangani dengan baik. Kemudian melakukan evaluasi terhadap SPPG yang diduga menyebabkan keracunan

"Keracunan Rembang yang jelas kita pastikan dulu masyarakat yang keracunan penanganan di rumah sakit. Tentu jadi evaluasi untuk pengawasan kita sebagai kepala daerah dalam mengawasi program MBG," ungkapnya.

Rekomendasi