777 Orang Diduga Keracunan MBG, Sekda Rembang: SPPG Disuspend

Sebagian besar dari 777 orang tersebut mengalami keluhan yang muncul di antaranya diare, mual, dan muntah.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
777 Orang Diduga Keracunan MBG, Sekda Rembang: SPPG Disuspend
Murid SMA Negeri 1 Lasem diduga keracunan MBG (Foto: Arief Pramono/Liputan6.com)

Pemerintah Kabupaten Rembang memberhentikan sementara dapur SPPG Soditan Lasem. Pemberhentian ini buntut 777 orang siswa dan guru di SMK Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah keracunan usai menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Operasionalnya mulai besok diberhentikan sementara untuk dikaji ulang dan bagaimana penanganannya selanjutnya," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin, Kamis (3/9).

Perihal pembiayaan untuk korban yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan, kabarnya bakal ditanggung oleh pihak SPPG.

"Itu biasanya masalah perawatan itu ditanggung oleh pemilik atau pengelola SPPG," ujarnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Rembang Ali Syofii mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 752 merupakan siswa, sedangkan 25 lainnya merupakan guru dan tenaga kependidikan (TU).

“Yang terdampak dari kasus ini sebanyak 777 orang. Terdiri dari 752 siswa dan 25 guru atau TU,” kata Ali.

Sebagian besar dari 777 orang tersebut mengalami keluhan yang muncul di antaranya diare, mual, dan muntah. Sebagian siswa yang mengalami gejala ringan diperbolehkan pulang dan menjalani penanganan di rumah.

"Sementara mereka yang mengalami gejala lebih berat mendapatkan pelayanan medis di fasilitas kesehatan," ungkapnya.

Dinkes mencatat Puskesmas Lasem menerima 21 siswa yang mengalami gejala akibat dugaan keracunan tersebut. Dari jumlah itu, lima siswa harus menjalani rawat inap, sementara 16 lainnya cukup menjalani rawat jalan.

"Dua siswa mendapatkan penanganan rawat jalan di Puskesmas Pancur. Satu siswa lainnya menjalani pengobatan di dokter praktik perorangan di wilayah Lasem," ujarnya.

 

5 Siswa Dirawat

Lima siswa yang menjalani rawat inap mengalami keluhan mual, muntah, dan diare dengan frekuensi cukup sering. Kondisi tersebut dikhawatirkan menyebabkan dehidrasi.

“Dirawatnya karena dokter menilai mungkin diarenya frekuensinya sering dan potensi adanya dehidrasi. Sehingga mengambil langkah untuk dilakukan perawatan di Puskesmas,” jelasnya.

Dinkes Rembang masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi siswa dan guru dalam program MBG.

Menu yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026) tersebut antara lain nasi, ayam bakar, lalapan, dan buah semangka.

“Ada di antara beberapa itu yang ayam yang sudah agak teksturnya kurang baik,” ujarnya.

Hal tersebut baru merupakan hipotesis awal. Dinkes Rembang telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

"Sementara hipotesisnya di situ. Selanjutnya kami sudah mengambil sampel. Insyaallah besok kita kirimkan ke Labkes Provinsi. Kita tunggu hasilnya untuk uji kimia dan uji bakteriologis terkait dengan kasus ini,” ucapnya.

Rekomendasi