Usai Santap MBG, 58 Siswa SMAN 3 Nganjuk Alami Mual hingga Muntah

58 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan sejumlah di antaranya harus mendapat penanganan medis.

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes - Reporter
Usai Santap MBG, 58 Siswa SMAN 3 Nganjuk Alami Mual hingga Muntah
Puluhan siswa di Nganjuk dirawat ke rumah sakit usai menyantap MBG. (Istimewa).

Puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9) kemarin. Sedikitnya 58 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan sejumlah di antaranya harus mendapat penanganan medis.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan, jumlah siswa mengalami gejala masih dalam pendataan dan dapat berubah. Berdasarkan laporan terakhir dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah setempat, tercatat 58 siswa terdampak.

"Informasi terakhir dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah setempat ada 58 siswa yang terdampak," kata Aries.

Para siswa mengalami sejumlah keluhan setelah menyantap makanan MBG. Gejala yang muncul di antaranya mual, pusing, hingga muntah.

Sebagian siswa kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan. Mereka mendapat penanganan di Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk, dan RS Bhayangkara Nganjuk.

Makanan MBG yang dikonsumsi para siswa diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nganjuk Begadung 2.

Ketua Satgas MBG Jawa Timur sekaligus Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membenarkan bahwa makanan tersebut dipasok SPPG Nganjuk Begadung 2.

"Benar dari SPPG Nganjuk Begadung 2," ujar Emil.

Puluhan siswa di Nganjuk dirawat ke rumah sakit usai menyantap MBG. (Istimewa).
Puluhan siswa di Nganjuk dirawat ke rumah sakit usai menyantap MBG. (Istimewa).

Berdasarkan data penyedia MBG, SPPG Nganjuk Begadung 2 tercatat memiliki ID S2CRJNTE. SPPG tersebut beralamat di Jalan Midas RT 004/RW 003, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk.

Menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada Rabu (2/9) merupakan kategori porsi besar. Porsi tersebut diperuntukkan bagi siswa SD kelas 4–6, SMP, SMA, serta guru dan tenaga kependidikan.

Dalam paket makanan tersebut terdapat nasi goreng, ayam suwir, telur dadar iris, tahu bulat, acar timun-wortel, dan semangka.

Satu porsi menu itu tercatat mengandung energi 568,65 kilokalori, protein 24,05 gram, lemak 23,89 gram, serta karbohidrat 66,33 gram.

Kendati gejala muncul setelah para siswa mengonsumsi MBG, belum dapat dipastikan makanan tersebut merupakan penyebab keracunan. Pemeriksaan medis dan penelusuran terhadap makanan masih diperlukan untuk memastikan sumber gangguan kesehatan.

Aries meminta sekolah segera melakukan koordinasi dengan pihak SPPG terkait kejadian tersebut. Ia juga meminta penyedia MBG dievaluasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Evaluasi tersebut dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan makanan, penyimpanan, distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh para siswa.

"Sementara waktu kami minta SPPG tersebut dievaluasi dulu oleh BGN," pungkasnya.

Rekomendasi