Jalan Pantura Kudus-Pati Lumpuh Akibat Banjir, Lalu Lintas Tersendat Parah

Banjir menggenangi sejumlah titik di Jalan Pantura Kudus-Pati sejak Minggu siang, menyebabkan ketersendatan lalu lintas dan mengharuskan pengendara ekstra hati-hati saat melintas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jalan Pantura Kudus-Pati Lumpuh Akibat Banjir, Lalu Lintas Tersendat Parah
Banjir menggenangi sejumlah titik di Jalan Pantura Kudus-Pati sejak Minggu siang, menyebabkan ketersendatan lalu lintas dan mengharuskan pengendara ekstra hati-hati saat melintas. (AntaraNews)

Jalur Pantura Kudus-Pati di Jawa Tengah mengalami ketersendatan lalu lintas yang signifikan pada Minggu (11/1). Kondisi ini diakibatkan genangan banjir yang melanda beberapa ruas jalan vital penghubung dua wilayah tersebut. Situasi ini menyebabkan gangguan serius bagi mobilitas warga serta memaksa pengendara meningkatkan kewaspadaan.

Genangan air mulai terlihat sejak Minggu (11/1) sekitar pukul 13.00 WIB, terutama di Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus. Ketersendatan juga terpantau di barat perempatan lampu lalu lintas Kerawang dan Tenggeles, Kecamatan Jekulo. Beberapa titik bahkan menunjukkan ketinggian air yang cukup mengkhawatirkan bagi kendaraan roda dua.

Menanggapi situasi darurat ini, Kepolisian Resor Kudus segera menerjunkan personel di lokasi terdampak banjir. Petugas dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas dan memberikan imbauan keselamatan kepada pengguna jalan. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir potensi kecelakaan dan memastikan kelancaran lalu lintas.

Kasatlantas Polres Kudus, AKP Royke Noldy Darean, mengonfirmasi bahwa ketersendatan lalu lintas di Jalur Pantura Kudus-Pati memang terjadi secara signifikan. Wilayah Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, menjadi salah satu titik terparah yang terdampak genangan banjir sejak Minggu siang, mengganggu aktivitas perekonomian dan perjalanan masyarakat. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan dan secara drastis memperlambat waktu tempuh para pengguna jalan yang harus melintas.

Untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan meminimalisir risiko kecelakaan di tengah genangan, pihak kepolisian mengambil langkah cepat dan tanggap. Personel dari Polres Kudus diterjunkan langsung ke lokasi banjir untuk melakukan penanganan. Mereka bertugas mengatur pergerakan kendaraan secara manual serta memberikan arahan kepada pengendara agar tetap berhati-hati saat melintasi genangan air yang cukup tinggi.

Imbauan khusus ditujukan kepada pengendara sepeda motor yang lebih rentan terhadap bahaya genangan banjir. Petugas mengingatkan agar selalu waspada, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan diri melintasi area dengan ketinggian air yang berisiko merusak kendaraan atau membahayakan keselamatan. Upaya preventif ini diharapkan dapat mencegah insiden yang tidak diinginkan di tengah kondisi jalan yang menantang dan cuaca yang tidak menentu.

Selain Ngembalrejo, genangan banjir juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi lain yang krusial bagi arus lalu lintas di Jalur Pantura. Barat perempatan lampu pengatur lalu lintas di Kerawang serta area Tenggeles, Kecamatan Jekulo, turut mengalami kondisi serupa dengan genangan air yang cukup tinggi. Keberadaan genangan di titik-titik ini semakin memperparah ketersendatan arus kendaraan dan menambah kompleksitas masalah lalu lintas.

KBO Satlantas Polres Kudus, Iptu Zubaidi, menambahkan bahwa pada sore hari, arus lalu lintas terpantau ramai lancar di beberapa bagian yang tidak terlalu terdampak. Meskipun demikian, keberadaan personel kepolisian tetap krusial untuk pengaturan dan penyeberangan di lokasi banjir yang masih tinggi. Kehadiran mereka membantu mengurai kemacetan, memberikan rasa aman, dan memastikan keamanan pengguna jalan di area rawan.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi jalan dan cuaca dari sumber resmi sebelum melakukan perjalanan. Pengendara disarankan untuk mencari jalur alternatif jika memungkinkan atau menunda perjalanan apabila kondisi banjir terlalu parah dan membahayakan. Keselamatan menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi darurat seperti ini, dan kewaspadaan kolektif sangat diperlukan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi