PAM Jaya Genjot Perluasan Layanan Air Bersih ke Jaktim dan Jaksel, Target 90% di 2026

PAM Jaya fokus perluasan layanan air bersih secara masif ke Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, menargetkan cakupan 90% pada tahun 2026 untuk memenuhi kebutuhan vital warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PAM Jaya Genjot Perluasan Layanan Air Bersih ke Jaktim dan Jaksel, Target 90% di 2026
PAM Jaya fokus perluasan layanan air bersih secara masif ke Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, menargetkan cakupan 90% pada tahun 2026 untuk memenuhi kebutuhan vital warga. (AntaraNews)

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya tengah gencar memperluas cakupan layanan air bersih ke wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Ekspansi ini bahkan direncanakan akan merambah hingga ke area Depok, Jawa Barat, pada tahun 2026 mendatang.

Langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan utama dalam penyediaan akses air bersih yang merata di ibu kota. Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menyatakan optimisme perusahaan dalam meningkatkan cakupan layanan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Perluasan layanan air bersih ini merupakan bagian dari target jangka menengah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta untuk mencapai 90 persen cakupan layanan air bersih. Target ambisius ini ditetapkan sebelum akhirnya menuju cakupan penuh di seluruh wilayah Jakarta.

Strategi Komprehensif PAM Jaya untuk Peningkatan Cakupan

PAM Jaya akan melanjutkan penyisiran jaringan pipa di wilayah timur dan selatan Jakarta yang selama ini menjadi tantangan utama dalam penyediaan air bersih. Strategi ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan cakupan layanan air bersih kepada masyarakat.

Arief Nasrudin menjelaskan bahwa pembangunan jaringan dilakukan dengan memanfaatkan area “brownfield”. Ini adalah wilayah yang sebelumnya sudah memiliki infrastruktur, sehingga proses integrasi jaringan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Dengan pendekatan ini, PAM Jaya yakin dapat mencapai target 90 persen cakupan layanan air bersih pada tahun 2026. Ini merupakan langkah krusial menuju visi cakupan penuh di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Mengelola Dampak Pembangunan Infrastruktur Jaringan Pipa

Proses pembangunan jaringan pipa baru secara masif tidak dapat dihindari akan berdampak pada aktivitas galian di sejumlah ruas jalan. PAM Jaya mengakui hal ini dan telah menyiapkan mitigasi untuk meminimalkan gangguan.

Arief Nasrudin menyampaikan bahwa pihaknya telah mendapat arahan untuk mempercepat pekerjaan dan mengelola galian secara “pit by pit”. Tujuannya adalah agar dampak terhadap lalu lintas tidak berlangsung terlalu lama dan mengganggu aktivitas warga.

Berdasarkan peta Sistem Hidrolik Jakarta (JHS), cakupan layanan air bersih PAM Jaya kini hampir seluruhnya terlayani. Hanya menyisakan sedikit area yang masih perlu dikejar, dan area inilah yang menjadi fokus monitoring untuk segera diselesaikan.

Dukungan Pemerintah Provinsi dan Target Ambisius

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan PAM Jaya untuk melakukan percepatan perluasan akses air bersih di Jakarta hingga 90 persen pada tahun 2026. Target ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi warganya.

Cakupan air PAM Jaya sendiri pada tahun 2025 sudah mencapai 80,5 persen, menunjukkan progres positif dalam upaya peningkatan layanan. Angka ini menjadi dasar optimisme untuk mencapai target 90 persen di tahun berikutnya.

Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi kunci keberhasilan program perluasan ini. Sinergi antara BUMD dan pemerintah daerah diharapkan mampu mewujudkan akses air bersih yang merata dan berkualitas bagi seluruh penduduk Jakarta.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi