Momen menarik terjadi ketika Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menghadiri kegiatan Panen Raya, Pengumuman Swasembada Pangan, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). Saat itu, Amran salah memanggil nama gubernur Jawa Barat (Jabar).
Amran memanggil gubernur Jabar dengan Ridwan Kamil bukan Dedi Mulyadi. Awalnya, Amran menyapa para menteri dan kepala badan menghadiri kegiatan panen raya tersebut.
Pada saat menyapa gubernur Jawa Barat, Amran bukan memanggil nama Dedi Mulyadi, melainkan Ridwan Kamil (RK).
"Para Gubernur, ada pak Ridwan Kamil, eh astagfirullah. Kang Dedi Mulyadi, jadi ini harus potong kambing ya kalau salah nama, maaf pak Gubernur," kata Amran dalam sambutannya.
Amran mengaku kerap menghubungi Dedi Mulyadi. Pada saat itu juga dia menyebut merupakan kader Partai Gerindra.
"Sahabatku, sering telepon-teleponan, pak Mentan ada irigasi, saya sangat dekat beliau. Tapi biasa beliau tambah bapak presiden, pak Mentan jangan sampai lupa, saya dari Gerindra. Oh ya, aku ngerti itu. Maksudnya itu tambah bantuan 10 persen," ujar dia.
"Tetapi perintah bapak presiden tahu, maaf. Sewaktu distributor pupuk diubah seluruh Indonesia, aku terngiang di Hambalang," sambung Amran.
Amran mengaku kata yang membuatnya terngiang yakni agar tidak pilih kasih.
"Pak Mentan, jangan pilih kasih seperti orang lain, itu siapa pun terbaik, itu yang jadi distributor. Jadi kami tutup mata bapak presiden, siapa saja, saya iya-iya saja, enggeh enggeh enggak kepanenggeh, garis lurus saja bapak presiden," kata Amran.
"Maaf pak Gubernur, nanti bantuan ada tambahannya karena layanannya baik hari ini," pungkasnya.