Prabowo Tanggapi Tuduhan MBG untuk Pilpres 2029: Kalau Rakyat Milih, Apa Salah Saya?

Prabowo menyampaikan apabila Tuhan tak mengizinkannya, maka dirinya tak dapat menjadi Presiden RI.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Tanggapi Tuduhan MBG untuk Pilpres 2029: Kalau Rakyat Milih, Apa Salah Saya?
Prabowo Tanggapi Tuduhan MBG untuk Pilpres 2029: Kalau Rakyat Milih, Apa Salah Saya? (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto menanggapi tudingan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan demi kepentingan Pilpres 2029. Ia menegaskan bahwa memilih atau tidak memilih dirinya merupakan hak rakyat.

"Ada yang nuduh, 'Prabowo bikin MBG ini supaya nanti 2029 dia dipilih kembali. Selalu berpikir negatif. Tapi kalau rakyat milih saya tahun 2029 apa salah saya? Iya kan?" kata Prabowo saat perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Senin (5/1).

Prabowo menyampaikan apabila Tuhan tak mengizinkannya, maka dirinya tak dapat menjadi Presiden RI. Dia pun mengungkit soal 3 kali kalah dalam Pilpres, sebelum akhirnya terpilih menjadi Presiden RI periode 2024-2029.

"Kalau Tuhan mengizinkan. Kalau Tuhan tidak mengizinkan saya buat apa saja tidak akan terjadi, bener nggak? Empat kali ikut pemilu tiga kali kalah," jelasnya.

"Soalnya waktu itu Pak Luhut (Binsar Panjaitan) nggak dukung saya sih," sambung Prabowo.

Program MBG

Dia menjelaskan bahwa program MBG dicanangkan saat dirinya turun kampanye ke desa-desa dan melihat anak-anak mengalami kekurangan gizi. Prabowo lantas melihat bagaimana negara lain membantu masyarakat kurang mampu melalui MBG.

"Saya datang ke desa-desa di mana-mana saya lihat anak-anak kecil. Saya tanya: 'Umurmu berapa?'. Sembilan, sepuluh, sebelas, tapi badannya sama dengan anak empat tahun. Kecil, dia alami kurang gizi di mana-mana," ujarnya.

"Dan saya belajar, saya keliling dunia saya belajar, saya lihat bagaimana India membantu rakyat miskinnya dengan makan bergizi gratis," imbuh Prabowo.

Anak-anak Indonesia Alami Kekurangan gizi

Prabowo menyebut dirinya tak sampai hati melihat anak-anak Indonesia mengalami kekurangan gizi. Untuk itulah, dia langsung menggencarkan program MBG saat terpilih menjadi Presiden RI.

"Saya hanya didorong oleh tidak sampai hati saya melihat anak-anak Indonesia kurang gizi. Untuk mereka yang kaya, untuk mereka yang sudah mapan ya tidak penting, tapi untuk anak-anak di banyak daerah makan bergizi itu sangat-sangat penting," tutur dia.

Prabowo menyampaikan program MBG saat ini sudah menjangkau 55 juta penerima manfaat dalam setahun. Angka ini lebih tinggi daripada Brazil yang menjalankan program MBG selama 11 tahun.

"Presiden Brasil menyampaikan ke saya mereka mencapai 40 juta dalam 11 tahun, kita 55 juta dalam satu tahun. Karena kita mulai 6 Januari 2024, hari ini 5 Januari 2026," katanya.

Rekomendasi