Jenazah Wisatawan Spanyol Kedua Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo Ditemukan

Tim SAR berhasil menemukan jenazah wisatawan Spanyol kedua korban insiden kapal tenggelam Labuan Bajo, menambah daftar duka di perairan populer ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jenazah Wisatawan Spanyol Kedua Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo Ditemukan
Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah WNA Spanyol, Fernando Martin Carreras, yang menjadi korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, menambah daftar korban yang ditemukan. Siapakah sosok di balik Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo ini? (AntaraNews)

Tim SAR Temukan Jenazah Wisatawan Spanyol Kedua di Labuan Bajo

Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) Indonesia berhasil menemukan jenazah seorang warga negara Spanyol yang menjadi korban insiden kapal wisata Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Penemuan ini terjadi pada hari ke-10 operasi pencarian, Minggu (4/1), setelah kapal tersebut tenggelam pekan lalu.

Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere dan koordinator misi di lapangan, menyatakan bahwa jenazah ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif di beberapa pulau kecil dekat lokasi kejadian. Operasi ini melibatkan personel dari berbagai instansi yang bekerja dalam kondisi laut yang sulit.

Korban yang teridentifikasi sebagai Fernando Martin Carreras, seorang pria dewasa berkebangsaan Spanyol, menambah jumlah korban meninggal menjadi dua orang. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan maritim di destinasi wisata bahari Indonesia.

Kronologi Penemuan dan Identifikasi Korban

Penemuan jenazah kedua korban kapal tenggelam Labuan Bajo ini merupakan hasil dari upaya pencarian yang tak kenal lelah oleh tim SAR gabungan. Tim menggunakan peralatan sonar canggih dan melakukan penyelaman bawah air sebagai bagian dari upaya untuk menemukan korban yang hilang di perairan Selat Pulau Padar.

Sebelumnya, pekan lalu, jenazah seorang anak berusia 12 tahun yang juga warga negara Spanyol telah ditemukan dan diidentifikasi. Dengan penemuan terbaru ini, total dua jenazah wisatawan Spanyol telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Juru bicara Kepolisian Nusa Tenggara Timur, Henry Novika Chandra, mengonfirmasi bahwa identifikasi forensik yang dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) memastikan korban terbaru adalah Fernando Martin Carreras. Chandra juga menambahkan bahwa korban merupakan seorang pelatih sepak bola yang berafiliasi dengan Valencia FC.

Insiden Kapal Putri Sakinah dan Upaya Penyelamatan

Kecelakaan maritim ini terjadi ketika kapal pinisi kayu bernama Putri Sakinah, yang mengangkut wisatawan, tenggelam di perairan Selat Pulau Padar. Area ini merupakan destinasi populer di dalam kawasan Taman Nasional Komodo, dekat Labuan Bajo.

Kapal tersebut membawa 11 orang, termasuk enam wisatawan asing dari Spanyol, satu pemandu wisata lokal, dan empat awak kapal berkewarganegaraan Indonesia. Tujuh orang berhasil diselamatkan tak lama setelah insiden tersebut terjadi.

Empat orang lainnya awalnya dilaporkan hilang, memicu operasi pencarian skala besar yang melibatkan unit angkatan laut, kepolisian, nelayan lokal, dan penyelam sukarelawan. Upaya pencarian masih terus berlanjut untuk menemukan korban lainnya yang masih hilang, dengan pihak berwenang menyatakan operasi akan dipertahankan selama kondisi memungkinkan.

Sorotan Keselamatan Maritim di Labuan Bajo

Labuan Bajo, yang dikenal sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo, telah mengalami peningkatan signifikan dalam pariwisata bahari beberapa tahun terakhir. Popularitas ini menarik banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional, untuk menikmati keindahan alamnya.

Namun, insiden kapal tenggelam Labuan Bajo ini kembali menimbulkan kekhawatiran baru terkait standar keselamatan maritim di perairan timur Indonesia. Pentingnya pengawasan dan penegakan regulasi keselamatan menjadi sorotan utama.

Pemerintah dan operator wisata diharapkan dapat meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan memastikan bahwa semua kapal wisata memenuhi standar keamanan yang ketat. Hal ini krusial untuk menjaga kepercayaan wisatawan dan keberlanjutan pariwisata di Labuan Bajo.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi