Cerita Pilu Kiki Rumah Warisan Orang Tuanya Lenyap Dalam Semalam Disapu Banjir Bandang, Tersisa Hanya Pakaian yang Melekat di Badan

Hanya butuh waktu semalam, satu-satunya warisan dari orang tuanya hilang.

Fira Syahrin
Oleh Fira Syahrin - Reporter
Cerita Pilu Kiki Rumah Warisan Orang Tuanya Lenyap Dalam Semalam Disapu Banjir Bandang, Tersisa Hanya Pakaian yang Melekat di Badan
Banjir rusak rumah di Kampung Cipeusing, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi. (Liputan6.com/Fira) (© 2025 Liputan6.com)

Kiki Nurpalah (27), tak pernah menyangka peristiwa pahit terjadi dalam hidupnya malam itu. Tepatnya pada Minggu, 28 Desember 2025.

Ia harus menerima kenyataan bahwa rumahnya yang berada di Kampung Cipeusing, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, lenyap. Hilang. Rata dengan tanah.

Semuanya akibat sapuan banjir bandang dahsyat yang menggerus pinggiran Sungai Cimerang. Ia beruntung malam itu tak berada di rumah. Dia sedang berkunjung ke rumah pamannya. Malam itu, langit memuntahkan air dengan deras, imbasnya banjir.

"Pas saya mau ambil barang-barang, amanin barang-barang, sudah tidak sempat. Soalnya air di jalan sini sudah sampai pinggang," kenang Kiki.

Ia hanya bisa terpaku dari kejauhan, menyaksikan arus sungai yang membawa material kayu dan menghantam segala sesuatu yang menghalangi jalannya. Ia tidak berani mendekat karena keselamatan dirinya dan adiknya menjadi taruhan.

"Saya diam di depan sini, mengawasi air dan kayu-kayu yang menghambat jalan air. Saya takut rumah ini juga ikut hanyut," tuturnya sambil menunjuk rumah pamannya yang menjadi tempatnya mengungsi.

Sayangnya, rumah panggung miliknya yang berada lebih dekat dengan aliran sungai tidak mampu bertahan. Bangunan itu jebol dan terseret oleh arus banjir bandang.

Tidak ada barang yang bisa diselamatkan; ternak ayam, pakaian, hingga dokumen berharga seperti KTP, semuanya hilang dibawa air. Hanya sisa pakaian yang melekat di tubuh Kiki yang tersisa setelah bencana tersebut.

Rumah Adalah Warisan Terakhir

Cerita Pilu Korban Banjir di Purabaya Sukabumi: Rumah Lenyap, Sisa Pakaian yang Melekat di Badan
Banjir rusak rumah di Kampung Cipeusing, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi. (Liputan6.com/Fira) © 2025 Liputan6.com

Musibah yang dialami Kiki terasa sangat mendalam karena rumah tersebut merupakan warisan dari orang tuanya yang telah meninggal dunia.

Rumah itu menjadi satu-satunya simbol fisik dan kenangan yang menghubungkannya dengan ayah dan ibunya.

"Di rumah kebetulan lagi kosong, adik juga ikut sama saya. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi kalau untuk barang-barang, ayam, semuanya hanyut. Tidak ada yang tersisa," ujarnya.

Meskipun Kiki merasakan trauma akibat banjir besar yang kedua kalinya melanda daerah tersebut, ia tidak memiliki tempat lain untuk kembali. Harapannya kini sederhana, namun terasa sangat berat untuk dicapai tanpa adanya bantuan.

"Harapan terbesarnya sih karena ini rumah peninggalan orang tua. Orang tua saya sudah tidak ada. Bisa punya rumah lagi, itu harapan terbesar saya," tambahnya.

Kiki merasa kehilangan yang mendalam, terutama karena rumah itu menyimpan banyak kenangan indah bersama keluarganya.

Dalam situasi yang sulit ini, ia berharap ada dukungan dari orang-orang di sekitarnya untuk membantu mewujudkan impiannya memiliki tempat tinggal yang layak. Kiki bertekad untuk bangkit meski harus menghadapi tantangan yang tidak mudah setelah bencana ini.

Rekomendasi