Tumpas Narkoba Sepanjang 2025, Polda Jabar Sita 100 Kg Sabu hingga 7 Juta Pil Terlarang

Pada 2024, pengungkapan kasus narkoba di Jabar tercatat sebanyak 2.867 kasus. Angka tersebut melonjak menjadi 3.451 kasus di 2025, atau meningkat 584 kasus.

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Tumpas Narkoba Sepanjang 2025, Polda Jabar Sita 100 Kg Sabu hingga 7 Juta Pil Terlarang
Tumpas Narkoba Sepanjang 2025, Polda Jabar Sita 100 Kg Sabu hingga 7 Juta Pil Terlarang (Merdeka.com)

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat mencatat peningkatan kinerja signifikan dalam pengungkapan tindak pidana narkoba sepanjang 2025, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi periode Januari hingga 8 Desember 2025.

Pada 2024, pengungkapan kasus narkoba di Jabar tercatat sebanyak 2.867 kasus. Angka tersebut melonjak menjadi 3.451 kasus di 2025, atau meningkat 584 kasus (sekitar 20 persen). Sejalan dengan itu, jumlah tersangka yang diamankan juga naik dari 3.670 orang pada 2024 menjadi 4.216 orang pada 2025, atau bertambah sekitar 15 persen.

Lonjakan paling mencolok terlihat pada jumlah barang bukti yang berhasil disita. Untuk narkotika jenis sabu, Ditresnarkoba Polda Jabar mengamankan 104.253,04 gram (lebih dari 100 kg) sepanjang 2025, naik sekitar 61 persen dibandingkan 64.702 gram pada 2024.

Barang bukti ganja juga meningkat dari 114.632 gram menjadi 135.297,04 gram atau naik 18 persen. Sementara untuk ekstasi, pengungkapan melesat tajam dari hanya 632 butir pada 2024 menjadi 25.763 butir di 2025.

Peningkatan Ekstrem

Peningkatan ekstrem terjadi pada tembakau sintetis (sinte/tembakau gorila). Jika pada 2024 barang bukti yang disita sebanyak 33.449 gram, pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi 1.209.539,02 gram atau lebih dari 1,2 ton.

Di sisi lain, obat keras daftar G yang disita juga tercatat naik signifikan. Dari 545.851 butir pada 2024, menjadi 7.107.453 butir di 2025.

Adapun untuk jenis narkotika kokain, tak ditemukan, di wilayah hukum Polda Jabar baik pada 2024 maupun 2025.

Dirresnarkoba Polda Jabar, Kombes Pol Albert RD, menilai, lonjakan pengungkapan terutama pada sabu, ekstasi, tembakau sintetis, dan obat keras menunjukkan dua hal. Pertama, peredaran narkoba tak dapat dipungkiri masih berkembang. Tapi di sisi lain aparat penegak hukum juga semakin adaptif dan responsif melakukan penindakan dan ini merupakan poin kedua.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam memberantas narkoba demi melindungi masyarakat Jawa Barat. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkotika dalam bentuk apa pun," ungkap Albert, kepada wartawan, Selasa (30/12).

Hasil Kerja Keras

Tumpas Peredaran Narkoba di 2025, Polda Jabar Sita 100 Kg Sabu, 1,2 Ton Sinte, hingga 7 Juta Pil Terlarang
Tumpas Peredaran Narkoba di 2025, Polda Jabar Sita 100 Kg Sabu, 1,2 Ton Sinte, hingga 7 Juta Pil Terlarang Robby bouceu garnia

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan penguatan strategi penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten sepanjang 2025. Hal ini sekaligus menjadi bukti komitmen Ditresnarkoba Polda Jabar dalam memerangi peredaran narkoba sesuai program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Peningkatan pengungkapan ini menunjukkan bahwa upaya penindakan, intelijen, dan pengembangan jaringan narkotika kami lakukan secara agresif, presisi, dan terukur. Ini komitmen nyata Polda Jawa Barat dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba," katanya. 

Rekomendasi