PT Pertamina (Persero) mengirimkan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menggunakan tujuh unit mobil tangki melalui jalur darat. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan energi di wilayah yang terdampak bencana banjir dan longsor. Distribusi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina dalam mendukung pemulihan pascabencana.
Pengiriman BBM tersebut diberangkatkan dari Storage Hub Mobil Tangki Blang Rakal pada pukul 21.00 WIB. Tujuh mobil tangki ini tiba secara bertahap di empat SPBU di Bener Meriah antara pukul 23.30 hingga 00.30 WIB, menunjukkan kecepatan respons Pertamina. Seluruh proses distribusi dilakukan dengan pengawalan ketat dari Aparat Penegak Hukum (APH) setempat, di tengah kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan komitmen Pertamina. Ia menyatakan bahwa perusahaan terus mengupayakan pendistribusian energi ke wilayah terdampak dengan berbagai alternatif jalur, demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini adalah prioritas utama Pertamina dalam situasi darurat bencana.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pertamina Menjamin Pasokan Energi di Bener Meriah
Pertamina terus memastikan kelancaran Distribusi BBM Bener Meriah meskipun infrastruktur belum sepenuhnya pulih pascabencana. Fahrougi Andriani Sumampouw menjelaskan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengawalan Patwal dari Koramil Pintu Rime Gayo, untuk mengatasi tantangan ini. Upaya ini menunjukkan dedikasi Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional di daerah rawan bencana.
Tujuh mobil tangki menempuh perjalanan sekitar empat jam dari Storage Hub Mobil Tangki yang berada di Blang Rakal, Kabupaten Bener Meriah. Mereka berhasil menyalurkan BBM jenis Pertalite sebanyak 48 kiloliter dan Biosolar sebanyak 8 kiloliter ke wilayah tersebut. Jumlah pasokan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di Bener Meriah.
“Alhamdulillah, berkat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, penyaluran BBM ke Bener Meriah dapat terlaksana dengan aman dan lancar,” ujar Fahrougi. Ia menambahkan bahwa pasokan yang disalurkan langsung didistribusikan ke empat SPBU untuk segera melayani kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan operasi Distribusi BBM Bener Meriah.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Jalur Distribusi dan Skema Storage Hub
Empat SPBU yang menjadi tujuan Distribusi BBM Bener Meriah adalah SPBU 13.245409 di Jalan Bandara Rembele, Kelurahan Wih Pesam; SPBU 14.245105 di Jalan Raya Takengon–Bireuen KM 75; SPBU 14.245428 di Jalan Raya Bireuen–Takengon KM 10; serta SPBU 14.245464 di Desa Makmur Sentosa, Kecamatan Bandar. Penyaluran ke titik-titik ini memastikan cakupan yang luas dan merata di Kabupaten Bener Meriah.
Fahrougi menjelaskan bahwa skema penyaluran menggunakan metode Storage Hub. Ini merupakan pemindahan muatan BBM dari mobil tangki berkapasitas 16 kiloliter yang berasal dari Integrated Terminal Pertamina Lhokseumawe maupun Fuel Terminal Krueng Raya. Kemudian, BBM dipindahkan ke mobil tangki berkapasitas 8 kiloliter untuk distribusi lebih lanjut ke SPBU.
Proses pemindahan muatan dilakukan menggunakan pompa diafragma bertenaga angin dari kompresor. Pertamina selalu mengedepankan aspek keselamatan (safety) dalam setiap tahapan operasional penyaluran BBM. Penerapan skema ini menunjukkan efisiensi dan adaptasi dalam Distribusi BBM Bener Meriah untuk menjangkau area terdampak.
Advertisement
Advertisement
Fleksibilitas Distribusi Hadapi Kendala Infrastruktur
Sebelumnya, pasokan BBM ke wilayah Bener Meriah dan Takengon sempat dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat Hercules, Cessna, hingga Air Tractor. Hal ini disebabkan oleh tingkat kerusakan infrastruktur jalan yang sangat parah akibat banjir dan longsor di Aceh. Fleksibilitas ini krusial untuk menjaga ketersediaan energi di daerah terisolir.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa Pertamina terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan Distribusi BBM Bener Meriah dan energi lainnya tetap berjalan lancar di tengah kondisi darurat. Komitmen ini mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan dalam melayani masyarakat.
Upaya adaptif Pertamina, mulai dari penggunaan jalur udara hingga darat dengan pengawalan, menunjukkan kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi. Ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi di seluruh pelosok negeri, terutama saat terjadi bencana alam. Fleksibilitas operasional adalah kunci dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews