Pesan Natal PGI-KWI: Keluarga Kristen Pilar Kesetaraan dan Penyelamatan di Tengah Krisis

Pesan Natal PGI-KWI tahun ini menyoroti pentingnya keluarga Kristen sebagai fondasi kesetaraan peran suami-istri dan benteng penyelamatan di tengah berbagai krisis modern.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pesan Natal PGI-KWI: Keluarga Kristen Pilar Kesetaraan dan Penyelamatan di Tengah Krisis
Pesan Natal PGI-KWI tahun ini menyoroti pentingnya keluarga Kristen sebagai fondasi kesetaraan peran suami-istri dan benteng penyelamatan di tengah berbagai krisis modern. (AntaraNews)

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyampaikan pesan Natal mendalam. Pesan ini ditujukan bagi umat Kristiani di seluruh Indonesia. Keluarga ditekankan sebagai unit terkecil gereja dan masyarakat.

PGI-KWI menyoroti pentingnya kesetaraan peran antara suami dan istri dalam membangun keluarga bertanggung jawab. Mereka juga menekankan tanggung jawab bersama terhadap anak-anak. Termasuk setiap individu yang Tuhan titipkan dalam keluarga.

Pesan Natal ini dibacakan oleh Penatua Mardy Takalao di Kinilow, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Momen ini terjadi pada Kamis (25/12). Ini mengingatkan umat akan makna kelahiran Yesus Kristus. Refleksi ajaran Maria dan Yusuf relevan menghadapi krisis keluarga kontemporer.

Kesetaraan Peran dalam Keluarga Kristen

PGI-KWI menegaskan bahwa keluarga adalah "gereja terkecil," tempat kasih Kristus pertama kali dihidupi dan diwujudkan. Konsep ini menempatkan keluarga sebagai fondasi spiritual yang kuat bagi setiap individu.

Dalam konteks ini, suami dan istri dipandang memiliki peran yang setara. Mereka saling bertanggung jawab satu sama lain. Kesetaraan ini mencakup tanggung jawab dalam mendidik anak-anak serta mengelola rumah tangga secara bersama-sama.

Kelahiran Yesus Kristus di tengah keluarga, serta cara Maria dan Yusuf mengubah relasi keluarga mereka dalam terang kehendak Allah, menjadi teladan penting. Hal ini sangat relevan untuk memaknai berbagai tantangan yang dihadapi keluarga saat ini.

Menghadapi Krisis Keluarga Modern

Pesan Natal PGI-KWI secara gamblang mengidentifikasi beragam krisis yang sering menghancurkan keutuhan keluarga di era modern. Krisis ini meliputi perpisahan dan perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, serta masalah ekonomi yang mendesak.

Selain itu, fenomena seperti judi daring (judol), pinjaman daring (pinjol), penyalahgunaan narkoba, individualisme, dan materialisme juga menjadi sorotan. Semua ini dianggap sebagai faktor pemicu keretakan dalam ikatan keluarga.

"Amanat yang tersirat dalam Matius 1.21-24 mendorong kita untuk terlibat secara aktif dalam menjadikan keluarga sebagai tempat Allah hadir dan melaksanakan karya penyelamatan-Nya bagi umat manusia," ujar Penatua Mardy Takalao. Perayaan Natal menjadi momentum krusial untuk merenungkan dan mengalami karya Allah yang hadir menyelamatkan. Ini dilakukan melalui pemulihan serta penguatan kehidupan keluarga yang sedang menghadapi berbagai tekanan.

Keluarga sebagai Pusat Penyelamatan dan Berkat

Pesan Natal ini mengajak keluarga Kristiani untuk menjadi tempat di mana kehendak Allah didengarkan dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Nilai-nilai Kristiani diharapkan dihidupi oleh setiap anggota keluarga.

Penerapan nilai-nilai ini tidak hanya berdampak baik bagi internal keluarga, tetapi juga bagi gereja, bangsa, dan dunia secara luas. Keluarga yang kuat dan berlandaskan iman akan menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya.

Ketua dan Sekretaris Umum PGI, Pdt Jacklevyn F Manuputty dan Pdt Darwin Darmawan, bersama Ketua Presidium dan Sekretaris Jenderal KWI, Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC dan Mgr Adrianus Sunarko OFM, juga menyoroti krisis kebangsaan. Krisis ini mencakup kekerasan kemanusiaan, ekologi, pendidikan, dan budaya yang dialami gereja serta umat manusia.

Salah satu akar persoalan tersebut adalah kecenderungan manusia yang lebih mengikuti keinginannya sendiri daripada kehendak Tuhan. Oleh karena itu, keluarga perlu tekun mendengarkan dan mengutamakan Tuhan agar memiliki daya tahan di tengah krisis.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi