Advertisement
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memastikan penyaluran bantuan logistik bencana menjangkau warga korban di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Aceh, yang sulit diakses. Petugas gabungan dikerahkan menggunakan sepeda motor trail untuk menembus wilayah terpencil. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh warga terdampak bencana mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menjelaskan bahwa di beberapa wilayah seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah, para petugas, khususnya Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta relawan, harus menggunakan sepeda motor trail. Mereka mendistribusikan bahan makanan, BBM, LPG, dan kebutuhan lainnya. Penggunaan motor trail dinilai paling efektif untuk menembus jalur sempit, berlumpur, dan berbukit yang belum dapat dilalui kendaraan roda empat akibat kerusakan infrastruktur di Aceh.
Medan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat akibat kerusakan infrastruktur menjadi alasan utama penggunaan motor trail. Jalur sempit, berlumpur, dan berbukit kini dapat ditembus oleh tim gabungan. Efektivitas motor trail sangat membantu dalam memastikan bantuan sampai ke tangan warga terdampak. Pendekatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan tidak ada warga yang terisolasi dari bantuan. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan operasi penyaluran logistik bencana di daerah terpencil.
Advertisement
Advertisement
Selain Aceh, pemerintah juga terus memantau dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan untuk memastikan penanganan yang komprehensif. Hal ini selaras dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian dan lembaga mengerahkan sumber daya nasional secara maksimal dalam penanganan bencana.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh jajaran diminta terus bekerja tanpa henti untuk mempercepat penanganan bencana hingga kehidupan masyarakat kembali pulih. Komitmen ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam memulihkan kondisi pasca-bencana. Kemenko PMK berperan sentral dalam mengoordinasikan upaya-upaya tersebut.
Dalam kesempatan itu, Menko PMK Pratikno turut mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, meski dengan intensitas ringan. Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan terus ditingkatkan. Pemerintah berkomitmen penuh dalam penanganan pasca-bencana, tidak hanya di Aceh, tetapi juga di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Advertisement
Advertisement
Berdasarkan laporan yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi BNPB hingga Kamis sore, bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah mengakibatkan dampak yang signifikan. Total 489.864 jiwa mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak. Angka ini menunjukkan skala besar dari dampak bencana alam tersebut.
Sementara itu, untuk korban meninggal dunia, tercatat sebanyak 1.135 orang, atau bertambah enam orang dari jumlah sebelumnya. Korban hilang dalam pencarian sebanyak 173 orang, berkurang satu orang dari sebelumnya. Upaya pencarian dan evakuasi terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di lapangan.
Rincian korban per wilayah menunjukkan bahwa Aceh mencatat 503 orang meninggal dunia, 31 orang hilang dalam pencarian, dan 466.667 orang mengungsi. Sumatera Utara melaporkan 371 orang meninggal dunia, 70 orang hilang dalam pencarian, dan 13.262 orang mengungsi. Kemudian, Sumatera Barat mencatat 261 orang meninggal dunia, 62 orang hilang, dan 9.935 orang mengungsi. Data ini menjadi acuan utama dalam upaya penanganan dan pemulihan pasca-bencana.
Advertisement
Sumber: AntaraNews