Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dari Yonif TP 853/BRB, Aceh Timur, melakukan pembersihan lumpur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang sempat melanda wilayah tersebut.
RSUD Aceh Tamiang diketahui menjadi salah satu fasilitas publik yang terdampak paling parah akibat banjir bandang. Genangan air bercampur lumpur menyebabkan sejumlah ruangan dan peralatan medis terendam, sehingga layanan rumah sakit sempat lumpuh total hingga awal Desember 2024.
Melalui kerja sama antara aparat TNI dan masyarakat setempat, proses pembersihan dan pemulihan dilakukan secara bertahap. Fokus utama diarahkan pada area pelayanan medis agar rumah sakit dapat kembali melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.Hasil dari upaya gotong royong tersebut mulai terlihat. Sejumlah layanan penting di RSUD Aceh Tamiang kini kembali beroperasi. Unit Gawat Darurat (UGD) serta layanan hemodialisa atau cuci darah telah dibuka kembali dan mulai melayani pasien sejak Selasa (9/12/2025).
Pemulihan fasilitas kesehatan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan kesehatan masyarakat Aceh Tamiang pascabencana, sekaligus memastikan akses layanan medis tetap tersedia bagi warga yang membutuhkan.