Polemik Raja Kembar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memasuki babak baru. Keluarga keraton kubu Paku Buwono (PB) XIV Purboyo maupun PB XIV Mangkubumi diundang Kementerian Kebudayaan untuk saling berembug, Sabtu (13/12).
Namun sayang tak satupun kubu PB XIV Purboyo hadir, baik Purboyo sendiri, GKR Pakoe Boewono XIII, maupun para pendukungnya.
Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Kangjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan yang turut hadir menyayangkan sikap PB XIV Purboyo dan keluarga. Undangan tersebut untuk bersilaturahmi dan berdialog mengenai pelestarian keraton dan dipimpin oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, di Resto Plataran Gelora Bung Karno, Jakarta.
Surat undangan bernomor 1042/L/KB.18.05/2025 tertanggal 6 Desember 2025 ditandatangani Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Dr. Restu Gunawan, M.Hum.
Advertisement
Menteri Kebudayaan Menyayangkan Tidak Hadirnya Purboyo
Selain Tedjowulan, turut hadir di antaranya KGPH Hangabehi (PB XIV Mangkubumi), GKR Koes Moertiyah Wandansari, KPA Eddy Wirabumi, dan GKR Ayu Koes Indriyah, serta sejumlah pejabat teras Kementerian Kebudayaan.
Mengutip pernyataan Menteri Kebudayaan, Kangjeng Pakoenegoro selaku Juru Bicara Maha Menteri Tedjowulan menyatakan, pemerintah menyayangkan ketidakhadiran mereka.
"Namun, Pak Menteri tadi menyatakan akan kembali mengundang para pihak, termasuk pihak Gusti Purboyo," terang Pakoenegoro.
Advertisement
Arahan Prabowo
Dialog pelestarian keraton juga menyinggung tentang konservasi, tata kelola, dan revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
"Tadi, kami menyimak informasi dari Pak Menteri bahwa arahan Presiden Republik Indonesia adalah agar Maha Menteri menjadi pelaksana tugas ad interim Raja/Sunan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sampai batas waktu yang ditentukan kemudian, merujuk pada belum adanya Raja/Sunan yang definitif bertahta," kata Pakoenegoro.
Perlu diketahui, saat ini ada proyek pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan, di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Di antaranya Konservasi Tata Pamer Museum Karaton dan Revitalisasi Panggung Songgobuwono.
"Pada Selasa 16 Desember 2025 akan diadakan peresmian kedua proyek tersebut oleh Menteri Kebudayaan. Sejumlah pejabat negara dan tokoh penting sudah diundang oleh Tim Lima yang dipimpin Maha Menteri dan mereka mengkonfirmasi kehadiran," papar Pakoenegoro.
Advertisement
Semua Pihak Diminta Menahan Diri
Oleh karena itulah, Pakoenegoro menyayangkan adanya dinamika yang kurang kondusif yang terjadi di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada saat pemerintah sedang berdiskusi dengan para pihak di Jakarta.
"Kami mendapat kabar terjadi perebutan paksa disertai penguncian museum dan gerbang masuk di Kamandungan. Kami tidak bisa sebutkan siapa yang layak diduga terlibat. Yang jelas, kami sedang berdialog di Jakarta ketika gesekan itu terjadi di Solo," seru Pakoenegoro.
Pakoenegoro menyampaikan pesan Maha Menteri agar semua pihak menahan diri dan melakukan tindakan sesuai koridor hukum dan arahan pemerintah demi kerukunan Keluarga Besar Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan kebaikan bersama.
"Masa berkabung 40 hari memang telah berlalu, tapi itu bukan berarti kita sudah boleh tidak menahan diri. Kita masih terus berusaha berdialog untuk menyelamatkan dan memajukan masa depan keraton. Tahapnya masih ada 100 hari, setahun, dua tahun, tiga tahun, sampai bahkan kalau perlu 1.000 hari dari suruddalem Paku Buwono XIII," pungkas Pakoenegoro.