Pemerintah Indonesia dan Afrika Selatan telah mencapai kesepakatan penting. Kedua negara bertekad memperkuat sektor kebudayaan, dengan fokus utama pada pelestarian warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari.
Kesepakatan ini terjalin dalam pertemuan bilateral antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan Gayton McKenzie. Pertemuan berlangsung di sela-sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Bhopal, Madhya Pradesh, India, pada Jumat (7/8).
Inisiatif ini bertujuan mempererat persahabatan kedua negara, dengan keyakinan bahwa kebudayaan dapat menjadi jembatan penghubung antar masyarakat. Hubungan historis yang telah terjalin selama berabad-abad menjadi dasar kuat bagi kerja sama ini.
Advertisement
Advertisement
Perkuat Ikatan Sejarah dan Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan apresiasi Indonesia terhadap persahabatan yang erat dengan Afrika Selatan. Ia menyatakan bahwa kedua negara memiliki komitmen kuat terhadap keadilan dan keberagaman, serta meyakini kebudayaan sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat kedua negara.
Menteri Fadli Zon juga menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Afrika Selatan tidak hanya dibangun melalui hubungan diplomatik. Sejarah bersama yang telah berlangsung selama berabad-abad, dengan warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari sebagai simbolnya, turut memperkuat ikatan ini.
Indonesia secara khusus mengapresiasi komunitas Cape Malay yang memiliki akar sejarah dari Nusantara. Hubungan budaya ini dapat diperkuat melalui berbagai cara, termasuk pertukaran budaya dan dokumentasi sejarah lisan.
Advertisement
Selain itu, perlindungan warisan budaya takbenda, program kepemudaan, dan kerja sama akademik juga akan digalakkan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat semakin mempererat tali persaudaraan dan pemahaman budaya antar kedua bangsa.
Advertisement
Momentum Peringatan 400 Tahun Kelahiran Sheikh Yusuf
Peringatan 400 tahun kelahiran Sheikh Yusuf Al-Makassari pada tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi Indonesia dan Afrika Selatan. Momen ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi melalui berbagai program.
Kolaborasi tersebut akan mencakup pelestarian warisan budaya, riset akademik, kerja sama museum, serta peningkatan pendidikan dan pertukaran budaya. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya program peringatan bersama ini.
Ia juga menambahkan bahwa pertukaran pendidikan merupakan bagian integral dari rencana tersebut. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa warisan dan nilai-nilai yang dibawa oleh Sheikh Yusuf tetap relevan dan hidup bagi generasi mendatang.
Advertisement
Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie, menyatakan dukungannya terhadap peringatan 400 tahun Sheikh Yusuf. Ia berkomitmen untuk memperkuat hubungan Indonesia-Afrika Selatan melalui pertukaran komunitas Cape Malay, seniman, dan pelaku budaya.
Advertisement
Pendirian Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House di Cape Town
Dalam upaya memperkuat diplomasi budaya, Indonesia tengah mempersiapkan pendirian Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House di Cape Town. Fasilitas ini dirancang untuk menjadi pusat multi-fungsi yang penting.
Menteri Fadli Zon menjelaskan bahwa rumah budaya ini bukan sekadar bangunan fisik. Ia akan berfungsi sebagai pusat diplomasi budaya, ruang pendidikan dan riset, serta tempat berkumpulnya masyarakat.
Lebih dari itu, Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House diharapkan menjadi simbol persahabatan abadi antara Indonesia dan Afrika Selatan. Warisan ini diharapkan dapat bertahan dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Advertisement
Menteri Gayton McKenzie menyambut baik inisiatif pendirian pusat kebudayaan ini di Cape Town. Ia melihat potensi besar dalam fasilitas tersebut untuk memperkaya pertukaran budaya dan memperkuat ikatan antar-masyarakat.
Advertisement
Pembaruan Nota Kesepahaman Kerja Sama Kebudayaan
Kedua negara juga sepakat untuk mendorong pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Kebudayaan yang telah ada sejak tahun 2008. Pembaruan ini bertujuan agar MoU tersebut sesuai dengan perkembangan dan prioritas saat ini.
Lingkup pembaruan MoU akan sangat luas, mencakup bidang warisan budaya, museum, dan arsip. Selain itu, industri kreatif dan perfilman juga akan menjadi fokus utama dalam kerja sama yang diperbarui.
Pendidikan kebudayaan dan pertukaran seniman akan diperkuat melalui MoU baru ini. Program pertukaran pemuda juga akan menjadi bagian penting, menunjukkan komitmen jangka panjang kedua negara untuk kolaborasi yang lebih mendalam.
Advertisement
Sumber: AntaraNews