Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, yang ditunjuk melalui rapat pleno Jakarta, langsung tancap gas di hari pertama kerjanya. Ia memulai dengan melakukan konsolidasi secara daring bersama seluruh jajaran pengurus di tingkat pusat hingga cabang istimewa Nahdlatul Ulama se-Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan roda organisasi kembali berjalan normal.
Selain konsolidasi virtual, Kiai Zulfa juga mengunjungi PWNU Banten untuk meninjau langsung proses pembangunan universitas NU. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa roda organisasi NU telah kembali normal dan siap melanjutkan khidmah kepada umat. Pernyataan ini bertujuan untuk menghilangkan keraguan di kalangan pengurus dan masyarakat.
Kiai Zulfa mengemban amanah sebagai nahkoda organisasi pasca-rapat pleno PBNU. Ia meminta seluruh jajaran pengurus untuk merapatkan barisan dan bersatu padu kembali. Tujuannya adalah menjalankan fungsi berkhidmat kepada warga NU serta seluruh rakyat Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Memastikan Roda Organisasi NU Kembali Normal
Dalam agenda sosialisasi hasil keputusan rapat pleno PBNU, Kiai Zulfa Mustofa menegaskan amanah yang diemban. Ia memahami keraguan yang mungkin muncul di kalangan pengurus di tingkat bawah. Oleh karena itu, ia berupaya menghilangkan ketidakpastian yang sempat membingungkan masyarakat dan pengurus NU.
Untuk membuktikan normalisasi organisasi, Kiai Zulfa merencanakan serangkaian kunjungan. Setelah dari Banten, ia akan bertolak ke NTB untuk konsolidasi dengan pengurus wilayah dan cabang. Selanjutnya, kunjungan akan dilanjutkan ke Sumatera Barat, Aceh, dan Sumut.
Kunjungan ke beberapa daerah tersebut juga akan dimanfaatkan untuk menyampaikan sumbangan. Dana sebesar Rp2 miliar terkumpul saat rapat pleno PBNU untuk korban bencana. “Ini menunjukkan bahwa PBNU tidak seperti yang disampaikan di narasi-narasi sosial media, hanya sibuk dengan konflik internal, tidak. NU sudah normal,” tegas Kiai Zulfa.
Advertisement
Advertisement
Persiapan Agenda Besar dan Penataan Kelembagaan PBNU
Kiai Zulfa Mustofa juga mengumumkan agenda penting organisasi berikutnya. Konferensi Besar PBNU akan diselenggarakan bersamaan dengan peringatan 1 Abad NU secara masehi. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Gelora Bung Karno pada 31 Januari 2026.
Untuk menyukseskan acara tersebut, Kiai Zulfa telah menunjuk Khofifah Indar Parawansa sebagai ketua panitia. Peringatan 1 Abad NU ini diharapkan akan dihadiri oleh seluruh pengurus. Mereka berasal dari tingkat pusat, wilayah, cabang, hingga ranting dari seluruh Indonesia.
Secara internal, Pj Ketum PBNU juga akan menata kembali hal-hal administratif yang vital. Ini termasuk keabsahan surat keputusan (SK) kepengurusan di tingkat cabang maupun wilayah. “Saya berjanji tidak akan memperlambat seluruh SK karena saya tahu itu berkaitan dengan layanan-layanan,” ungkapnya.
Advertisement
Percepatan penataan kelembagaan ini sejalan dengan amanat rapat pleno PBNU. Salah satu agenda besar yang ditekankan adalah percepatan muktamar. Kiai Zulfa berjanji akan mengawal mandat ini dan menggelar muktamar yang bersih serta beradab.
Sumber: AntaraNews