Tim senam artistik Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang di ajang SEA Games Thailand 2025 yang diselenggarakan di Bangkok. Kontingen Merah Putih sukses melampaui target awal dengan meraih total empat medali, terdiri dari satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Pencapaian ini menjadi kejutan menyenangkan sekaligus penanda keberhasilan program pembinaan jangka panjang Federasi Gimnastik Indonesia (FGI).
Ketua Umum FGI, Ita Yuliati, menyatakan bahwa hasil ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi para atlet serta pelatih. Abiyurafi, yang sebelumnya hanya meraih perak di Kamboja, berhasil memenuhi target emas yang dibebankan kepadanya. Keberhasilan ini juga menunjukkan potensi besar atlet-atlet muda Indonesia di kancah regional.
Perolehan medali di SEA Games Thailand 2025 ini merupakan prestasi terbaik tim senam artistik Indonesia sejak terakhir kali meraih emas pada SEA Games Filipina 2019. Capaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi komprehensif untuk pengembangan cabang senam nasional di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Medali emas tunggal Indonesia di SEA Games Thailand 2025 dipersembahkan oleh Abiyurafi pada nomor Men’s Horizontal Bars. Ia mencatatkan skor impresif 13.400, berbagi posisi puncak dengan atlet tuan rumah Thailand, Chuaisom Weerapat. Sementara itu, medali perak untuk nomor tersebut berhasil diraih oleh atlet Vietnam, Dinh Phuong Thanh, dengan skor 13.133.
Selain medali emas, tim senam Indonesia juga berhasil mengamankan dua medali perak yang disumbangkan oleh Aprizal Muhammad pada nomor Men’s Rings. Atlet debutan Satria Tri Wira Yudha juga menunjukkan performa luar biasa dengan meraih perak di nomor Men’s Parallel Bars. Prestasi ini menandai debut yang menjanjikan bagi Satria di ajang multievent regional.
Satu medali perunggu melengkapi koleksi tim senam artistik Indonesia, dipersembahkan oleh debutan lainnya, Salsabilla Hadi Pamungkas. Salsabilla berhasil meraih perunggu pada nomor Women’s Floor Exercise, menunjukkan bahwa proses regenerasi atlet putri juga berjalan dengan baik. Keberhasilan para debutan ini menjadi sinyal positif bagi masa depan senam Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Ketua Umum FGI, Ita Yuliati, menyoroti beberapa faktor kunci di balik keberhasilan tim senam Indonesia melampaui target. Salah satunya adalah keberhasilan proses regenerasi atlet yang terlihat dari performa gemilang para debutan. "Aprizal pun akhirnya pecah telur setelah bertahun-tahun tidak menyerah. Satria dan Salsabila, dua pendatang baru, menunjukkan bahwa regenerasi kita berjalan," kata Ita.
Selain itu, Ita juga menekankan kualitas pelatih lokal Indonesia yang mampu bersaing di level Asia Tenggara. "Semua negara ASEAN memakai pelatih asing, hanya Indonesia yang masih mengandalkan pelatih lokal. Tapi hasilnya menunjukkan mereka sangat mumpuni, hanya butuh update teknik," ujarnya. Hal ini menegaskan bahwa talenta dan kompetensi pelatih dalam negeri sangat memadai.
Situasi pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang lebih kondusif turut berkontribusi pada peningkatan performa atlet. Program latihan yang intensif, serta pengalaman training camp di Rusia dan Jepang, menjadi faktor penting dalam mengasah kemampuan para atlet. Lingkungan latihan yang mendukung sangat krusial untuk mencapai performa puncak di kompetisi internasional.
Advertisement
Advertisement
Melihat capaian positif ini, Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) memiliki visi jangka panjang untuk terus mengembangkan cabang olahraga senam. Mulai tahun 2026, fasilitas pelatnas di Cibubur akan dimanfaatkan secara penuh untuk mendukung persiapan atlet. Ini menunjukkan komitmen FGI dalam menyediakan sarana terbaik bagi pembinaan atlet.
FGI juga mendapatkan dukungan dari kancah internasional untuk meningkatkan kualitas senam Indonesia. "Presiden International Federation Gymnastic, Morinari Watanabe juga siap mengirim pelatih dari Jepang untuk Indonesia," ujar Ita Yuliati. Kolaborasi internasional ini diharapkan dapat membawa dampak positif pada peningkatan teknik dan strategi latihan para atlet.
Dengan segala upaya dan dukungan yang ada, FGI menargetkan untuk bisa kembali meloloskan atlet ke ajang Olimpiade. "Ini jadi upaya kami untuk bisa kembali meloloskan atlet ke Olimpiade Los Angeles 2028," tegas Ita. Capaian di SEA Games 2025 menjadi landasan kuat untuk mewujudkan ambisi besar tersebut, sekaligus mengangkat harkat senam Indonesia di kancah global.
Advertisement
Sumber: AntaraNews