Polisi Pastikan Kondusif, Pengamanan Tiga Kompi Tetap Diterjunkan di Kalibata

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengatakan, pihaknya telah menurunkan ratusan personel untuk melakukan penjagaan.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Polisi Pastikan Kondusif, Pengamanan Tiga Kompi Tetap Diterjunkan di Kalibata
Kapolsek Pancoran Kompol Mansur (Nur Habibie)

Polisi pastikan situasi di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, sudah kondusif. Meski begitu, polisi tetap melakukan penjagaan di sekitar lokasi kejadian yang menyebabkan dua orang meninggal dunia, pada Kamis (11/12).

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengatakan, pihaknya telah menurunkan ratusan personel untuk melakukan penjagaan di sekitar lokasi kejadian kericuhan hingga malam atau pagi dini hari.

"Jadi sepanjang parkiran Taman Makam Kalibata, kita isi perkuatan personel dari Brimob 1 kompi, dari Sabhara 2 kompi. Termasuk dibantu dari Polres dan Polsek," kata Mansur kepada wartawan di lokasi kejadian, Jakarta, Jumat (12/12).

"Hanya sekitaran Taman Makam Kalibata. Sepanjang parkiran area Taman Makam Kalibata saja," sambungnya.

Dijaga personel TNI

Tak hanya pihak kepolisian, TNI juga disebutnya ikut melakukan pengamanan pascakericuhan tersebut.

"Betul, teman-teman TNI juga ikut membantu. Dari semalam juga hadir, dari ini juga hadir," ujarnya.

"Situasi secara umum sudah kondusif, sudah aktivitas warga juga sudah normal kembali. Tinggal pembersihan puing-puing saja," ujarnya.

Debt collector alias mata elang

Sebelumnya, Pengeroyokan dan perusakan terjadi di sekitar Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (11/12) malam. Peristiwa itu menewaskan seorang pria yang berprofesi sebagai debt collector alias mata elang.

Polisi mengungkap penyebab insiden berdarah tersebut soal utang sepeda motor. "Kami dari sore sampai malam hari ini menangani perkara berawal dari adanya, istilahnya mata elang, mau menagih kendaraan sepeda motor yang indikasinya belum bayar kredit," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/12).

Nicolas mengungkap pemilik leasing hingga saat ini belum menerima uang sepeserpun sehingga mengerahkan temannya untuk menagih. Sayangnya, diketahui dua orang yang bertugas menagih utang itu malah dikeroyok hingga meninggal dunia.

"Kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit," ujar Nicolas.

Rekomendasi