Kekhawatiran terhadap semakin seringnya bencana ekologis di berbagai wilayah Indonesia mendorong aktivis lingkungan dari lintas generasi dan beragam profesi untuk bersatu membentuk gerakan penyelamatan lingkungan. Mereka yang tergabung dalam komunitas Green Merah Putih menilai pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih progresif dan belajar dari praktik negara lain dalam mengelola persoalan lingkungan hidup.
Dalam sebuah diskusi yang digelar di Space Available, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (8/12), Inisiator Green Merah Putih, Fauzan Rachmansyah, menegaskan rentetan bencana yang terjadi belakangan ini di Sumatra tidak bisa dilepaskan dari ulah manusia yang merusak alam. Menurutnya, negara harus hadir secara nyata untuk mencegah kerusakan semakin meluas.
"Jangan sampai salah kebijakan di masa lampau terulang kembali, jangan sampai ada lagi bencana-bencana akibat kelalaian dan ketidak-pedulian," kata Fauzan.
Advertisement
Indonesia memiliki banyak sumber daya
Ia menjelaskan Indonesia memiliki banyak sumber daya untuk memperbaiki tata kelola lingkungan, namun belum memaksimalkan pembelajaran dari negara-negara yang telah sukses mengatasi tantangan ekologis. Fauzan mencontohkan Tiongkok sebagai salah satu negara yang berhasil melakukan perubahan besar dalam pengendalian polusi, deforestasi, hingga manajemen sampah.
"Kita bisa belajar dari negara lain yang berhasil dalam menangani ini seperti Tiongkok dan negara-negara Eropa. Masalah populasi bukan suatu alasan untuk tidak berhasil, kita bisa lihat bagaimana kota Beijing dalam satu dekade berhasil menurunkan polusi cukup signifikan, dan masalah sampah juga terselesaikan hampir di seluruh daratan Tiongkok dengan populasi 1,4 miliar," ujarnya.
Advertisement
Perubahan besar hanya bisa terjadi jika kesadaran publik
Gerakan Green Merah Putih terbentuk sebagai respons atas kegelisahan para aktivis lingkungan yang datang dari berbagai generasi mulai dari mahasiswa, profesional muda, hingga pegiat senior yang merasa perlu turun tangan untuk memulai langkah kecil di tingkat masyarakat. Mereka menilai perubahan besar hanya bisa terjadi jika kesadaran publik diperkuat melalui aksi bersama.
"Hal ini juga yang membuat kami dan para aktivis lingkungan hidup berkumpul, mencari solusi untuk ikut serta mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan mendirikan wadah dan gerakan Green Merah Putih," ujar dia.
Ia menambahkan bahwa gerakan ini akan menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, komunitas lokal, sektor pendidikan, dan pelaku bisnis, untuk mendorong langkah konkret penyelamatan lingkungan.
"Setelah ini kami akan silaturahmi ke semua pihak untuk bergerak nyata, karena tidak mungkin mengorbankan serta membiarkan banyak nyawa manusia, hewan dan kerusakan-kerusakan yang muncul. Karena ini merusak citra dan ancaman nyata untuk Bangsa dan Dunia," katannya.