Dipicu Story WhatsApp, Siswi SMP di Sumsel Jadi Korban Kekerasan

Kasus perundungan siswi SMP di Muratara resmi dilaporkan ke polisi. Kekerasan dipicu unggahan status WhatsApp dan sempat viral di media sosial.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Dipicu Story WhatsApp, Siswi SMP di Sumsel Jadi Korban Kekerasan
Dipicu Story WhatsApp, Siswi SMP di Sumsel Jadi Korban Kekerasan (Merdeka.com)

Kasus dugaan perundungan terhadap siswi SMP Negeri di Kabupaten Musi Rawas Utara resmi, Sumatera Selatan (Sumsel), ditangani kepolisian. Korban berinisial AP (13), pelajar kelas VII, melapor bersama ibunya ke Polres Muratara.

“Benar, laporan sudah resmi disampaikan korban bersama ibunya,” kata Kasi Humas Polres Muratara, Ipda Darussalam, Selasa (9/12).

AP diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh seorang pelajar perempuan berinisial NR (13) yang berasal dari wilayah berbeda. Peristiwa bermula dari unggahan status WhatsApp korban yang membuat terlapor tersinggung.

Darussalam menjelaskan, terlapor sempat menghubungi korban, namun tidak mendapat respons. Setelah itu, terlapor mendatangi rumah korban dan mengajaknya pergi ke rumah temannya.

“Motifnya karena story WA, terlapor tersinggung dan terjadilah kekerasan,” kata Darussalam.

Tindakan Kekerasan

Di lokasi tersebut, korban mengalami tindak kekerasan berupa tendangan, jambakan, seretan, pukulan, hingga diinjak. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar dan bengkak di beberapa bagian tubuh.

Penyidik saat ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap terlapor dan sejumlah saksi. “Kasusnya masih diproses, kita tunggu kerja penyidik,” ujar Darussalam.

Video Kekerasan Viral, Sekolah Akui Murid Terlibat

Kasus ini mencuat setelah video perundungan berdurasi sekitar satu menit menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang siswi berseragam SMP dipiting, dipukul, ditendang, diinjak, serta ditarik rambutnya oleh pelaku.

Aksi itu disaksikan tiga siswi lain yang tidak ikut melerai. Salah satu di antaranya terdengar berkata, “Agek aku pulo keno salah,” yang mengindikasikan ketakutan untuk turut campur.

Kasat Intelkam Polres Muratara, Iptu Baitul Ulum, membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, kejadiannya di Muratara, lokasinya sudah diketahui,” kata dia, Senin (8/12).

Pihak sekolah juga memberikan keterangan. Wakil Kesiswaan SMP Negeri 1 Muara Rupit, Hasan Azhari, mengonfirmasi salah satu pelaku merupakan siswinya, sementara beberapa siswi lain berasal dari SMP Negeri 2 Muara Rupit.

“Infonya karena saling ejek di HP. Kejadiannya Sabtu (6/12) kemarin, bukan di sekolah,” kata Hasan.

Rekomendasi