Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Devi Suhartoni menyesalkan aksi perundungan yang melibatkan siswi SMP Negeri di wilayahnya. Agar kejadian tak terulang, dia memberlakukan sejumlah sanksi sosial bagi pelaku.
Devi menyebut aksi itu sebenarnya tak perlu terjadi jika adanya keterlibatan orang tua dalam mendidik anak di rumah. Sebab pengajaran di sekolah tak cukup apalagi menyangkut soal etika anak didik.
"Bapak ibu semua tolong di rumah dinasehati anak-anaknya jangan balago (berantem) di sekolah apa lagi budak-budak kecil dan berhenti be viral-viral. Ajarin kesabaran dan empati juga," ungkap Bupati Muratara Devi Suhartoni seperti dilihat merdeka.com dari media sosialnya, Selasa (9/12).
Advertisement
Ajak Tokoh Agama Terlibat Langsung
Selain itu, Devi juga mengajak tokoh agama terlibat langsung dalam memberikan pendidikan akhlak bagi para siswa. Hal ini penting karena akan menanamkan sikap positif bagi generasi ke depan.
"Dan sekarang saya sudah minta tokoh-tokoh agama masuk sekolah untuk mengajari adab dan empati serta hal positif lainnya," kata Devi.
Advertisement
Beri Sanksi Sosial
Devi juga akan memberlakukan sanksi sosial bagi pelaku perundungan, penyebar video, termasuk korban. Sanksi-sanksi itu berupa menyapu halaman sekolah selama empat hari, menyapu masjid selama empat bulan, memungut sampah di pasar, membawa kembang ke sekolah.
"Membaca Yasin sendirian atau berdua dengan yang bully dan kena bully sebanyak 100 kali duduk berdua saling berhadapan. (Jika) masih saling bully akan diruqyah kiai jika sudah ada induk setan di badan," kata Devi.
Advertisement
Siswi SMP Alami Perundungan
Diberitakan sebelumnya, dugaan kasus perundungan yang melibatkan pelajar di Sumsel kembali terulang. Kali ini dialami seorang siswi SMP Negeri di Muratara.
Kejadian itu pun viral di media sosial setelah video perundungan menyerabar luas. Dalam video berdurasi satu menit nampak seorang siswi yang mengenakan seragam SMP Negeri 2 Muara Rupit, dipiting siswi lainnya.
Dalam situasi tak berdaya, korban dipukul berkali-kali, menendang, dan diinjak pelaku hingga menarik rambut. Perundungan itu ironisnya disaksikan tiga siswi lain yang hanya berdiri tegak.
Tiga saksi beralasan ketakutan turut terlibat. Hal ini dibuktikan dengan ucapan salah satu dari mereka saat kejadian berlangsung.
"Agek aku pulo keno salah,' (nanti saya juga yang disalahkan)," kata teman pelaku.
Advertisement
Para Pelaku Sudah Diketahui Identitasnya
Kasat Intelkam Polres Muratara Iptu Baitul Ulum membenarkan peristiwa itu. Polisi telah mengetahui lokasi kejadian, termasuk pemeran dalam video viral.
"Benar, kejadiannya di Muratara, lokasinya sudah diketahui, tapi nanti akan disampaikan," ungkap Kasat Intelkam Polres Muratara Iptu Baitul Ulum, Senin (8/13).
Wakil Kesiswaan SMP Negeri 1 Muara Rupit Hasan Azhari mengakui salah satu pemeran dalam video adalah siswinya. Sementara beberapa siswi lain bersekolah di SMP Negeri 2 Muara Rupit.
Hasan menyebut perkelahian itu dikabarkan masalah saling ejek di media sosial. Namun kejadiannya terjadi bukan pada saat jam belajar dan di lingkungan sekolah.
"Infonya karena saling ejek di HP. Kejadiannya Sabtu (6/12) kemarin, bukan di sekolah," kata Hasan.