Banjir dan tanah longsor hebat melanda Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sejak 25 November lalu. Bencana ini menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian yang seharusnya siap panen. Ribuan petani kini menghadapi kerugian material yang sangat besar.
Kawasan Huta Nabolon, terutama Lingkungan IV dan V, menjadi area terdampak paling parah akibat terjangan air bah. Kebun kakao, durian, dan sawah padi yang menjadi tumpuan hidup warga kini rata dengan tanah atau tertimbun material. Situasi darurat ini telah berlangsung lebih dari dua pekan.
Para petani setempat, seperti Asidin Sitompul dan Keisia, mengungkapkan keputusasaan mereka atas musibah ini. Selain kehilangan rumah, mereka juga tidak dapat memanen hasil bumi yang sudah matang. Akses jalan menuju kebun pun terputus total.
Advertisement
Advertisement
Kerugian Petani Akibat Banjir Huta Nabolon
Petani di Huta Nabolon, Tapanuli Tengah, kini menghadapi kerugian besar akibat banjir dan tanah longsor yang menerjang. Banyak kebun buah-buahan dan sawah padi yang sudah memasuki masa panen kini hancur. Kondisi ini membuat para petani kebingungan mencari nafkah.
Asidin Sitompul, seorang petani berusia 62 tahun dari Lingkungan IV, Huta Nabolon, menceritakan penderitaannya. Rumahnya rata dengan tanah dan hasil kebunnya tidak dapat dipanen. "Sekarang itu pak puncaknya musim panen semua kebun buah-buahan maupun sawah padi tapi apa mau dibilang rusak semua karena bencana ini," ujarnya saat ditemui di pengungsian.
Ratusan pohon kakao dan durian di lahan seluas empat hektare milik Asidin Sitompul sudah matang, namun terpaksa dibiarkan membusuk. Akses jalan menuju kebunnya hancur total, bahkan tidak bisa dilintasi dengan berjalan kaki. Mengangkut hasil panen pun menjadi mustahil dan tidak sebanding dengan biaya.
Advertisement
Senada dengan Asidin, Keisia (52) juga mengalami nasib serupa dengan ladang sawahnya di Lingkungan I Huta Nabolon. Sawahnya rusak parah karena tertimbun material banjir. "Mau apa lagi, rumah hancur sawah rusak kami ini," keluhnya, menggambarkan dampak parah banjir Huta Nabolon.
Advertisement
Dampak Luas dan Sulitnya Penanganan Bencana di Huta Nabolon
Kelurahan Huta Nabolon menjadi salah satu wilayah paling terdampak parah oleh bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Tukka. Tidak hanya korban jiwa, kerusakan permukiman dan infrastruktur juga sangat masif sejak 25 November. Video balok-balok kayu besar yang terbawa banjir di kawasan ini sempat viral di media sosial.
Kerusakan terparah terpusat di Lingkungan IV, Lingkungan V, hingga tiga desa sekitar yang mengarah ke bukit Sigiring-giring. Material banjir telah menghancurkan sedikitnya 150-200 rumah keluarga di Lingkungan IV. Jalan utama yang menghubungkan Huta Nabolon - Tukka juga terputus.
Kondisi ini menyebabkan Huta Nabolon sulit dijangkau bantuan hingga hari ke-13 masa tanggap darurat bencana. Warga juga melaporkan bahwa masih banyak korban yang tertimbun material longsor. Tim SAR gabungan masih berupaya keras untuk mencapai dan mengevakuasi korban yang belum ditemukan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews