Jumlah Korban Meninggal Bencana Alam Sumut Bertambah Jadi 330 Orang

Pusdalops PB Sumatera Utara melaporkan peningkatan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam di wilayahnya menjadi 330 orang, memicu kekhawatiran baru.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jumlah Korban Meninggal Bencana Alam Sumut Bertambah Jadi 330 Orang
Pusdalops PB Sumatera Utara melaporkan peningkatan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam di wilayahnya menjadi 330 orang, memicu kekhawatiran baru. (AntaraNews)

Medan, Sumatera Utara – Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam yang melanda provinsi tersebut terus bertambah. Hingga Minggu (7/12) pukul 17.00 WIB, total korban jiwa telah mencapai 330 orang. Angka ini mengalami peningkatan signifikan sebanyak 12 orang dari data sebelumnya yang tercatat 318 jiwa pada Sabtu, pukul 08.00 WIB.

Peningkatan jumlah korban ini menggarisbawahi dampak serius dari serangkaian bencana alam yang terjadi di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Sebanyak 12 dari 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana kini mencatat adanya korban meninggal dunia. Situasi ini mendorong berbagai pihak untuk terus memantau dan memperbarui informasi terkait penanganan dan data korban.

Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait terus berupaya melakukan penanganan darurat dan pendataan korban. Laporan ini merupakan data sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut, dan perkembangan selanjutnya akan terus diinformasikan kepada publik. Kondisi ini menuntut kewaspadaan dan respons cepat dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Peningkatan dan Sebaran Korban Bencana Alam Sumut

Pusdalops PB Sumatera Utara secara konsisten memperbarui data korban meninggal dunia akibat bencana alam yang melanda wilayahnya. Data per Minggu, 7 Desember pukul 17.00 WIB, menunjukkan total 330 orang meninggal dunia, meningkat dari 318 orang pada hari sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan tantangan besar dalam upaya penanganan bencana alam di provinsi tersebut.

Korban jiwa tersebar di 12 dari 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Kabupaten Tapanuli Tengah mencatat jumlah korban tertinggi dengan 102 orang meninggal, diikuti oleh Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 85 orang, dan Kota Sibolga dengan 53 orang. Data ini memberikan gambaran jelas mengenai wilayah-wilayah yang paling parah terkena dampak bencana alam.

Selain itu, Kabupaten Tapanuli Utara melaporkan 36 korban jiwa, Kabupaten Humbang Hasundutan sembilan orang, dan Kota Padangsidimpuan satu orang. Wilayah lain seperti Kabupaten Pakpak Bharat mencatat dua orang meninggal, Kota Medan 12 orang, Kabupaten Langkat 11 orang, Kabupaten Deliserdang 17 orang, serta masing-masing satu orang di Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan. Sebaran korban ini menunjukkan bahwa bencana alam berdampak luas di seluruh Sumatera Utara.

Upaya Penanganan dan Pembaruan Data Korban

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menegaskan bahwa data yang disampaikan merupakan informasi sementara. "Data merupakan update 7 Desember 2025 pukul 17.00 WIB," ujarnya, menekankan sifat dinamis dari informasi korban bencana alam ini. Hal ini penting untuk memastikan transparansi dan akurasi informasi kepada masyarakat.

Berbagai upaya penanganan bencana telah dan terus dilakukan di masing-masing wilayah terdampak. Sejumlah pemangku kebijakan terkait, termasuk BPBD, bekerja sama untuk memberikan bantuan dan melakukan evakuasi. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci dalam menghadapi skala bencana yang luas ini, memastikan bantuan dapat tersalurkan secara efektif.

Sri Wahyuni juga menambahkan bahwa perkembangan atas bencana ini akan terus diinformasikan, termasuk pembaruan data-data korban. Komitmen untuk terus memberikan informasi terkini sangat penting bagi masyarakat yang terdampak maupun pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan. Total 18 kabupaten/kota yang terlanda bencana alam meliputi Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, Kota Sibolga, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdangbedagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Asahan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Batubara, serta Kabupaten Mandailing Natal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi