Pemkot Ambon Perkuat Komitmen Bangun Kota Inklusif Ambon Ramah Disabilitas

Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Kota Inklusif Ambon yang ramah bagi penyandang disabilitas, memastikan akses dan kesempatan setara bagi seluruh warganya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Ambon Perkuat Komitmen Bangun Kota Inklusif Ambon Ramah Disabilitas
Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Kota Inklusif Ambon yang ramah bagi penyandang disabilitas, memastikan akses dan kesempatan setara bagi seluruh warganya. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, kembali menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan kota yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menekankan pentingnya kolaborasi untuk memastikan setiap warga mendapatkan perhatian penuh.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Festival Kreasi Inklusi yang diselenggarakan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku. Acara ini bertempat di Ambon City Center dan menjadi bukti nyata dukungan terhadap komunitas disabilitas. Tema kegiatan tahun ini berfokus pada mewujudkan masyarakat ramah dan inklusif.

Wali Kota Bodewin M. Wattimena menyatakan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional ini adalah momentum krusial. Tujuannya adalah memastikan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, memiliki akses dan kesempatan yang sama dalam berbagai layanan publik. Ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Ambon yang berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Akses Setara

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa Ambon harus menjadi kota yang inklusif bagi semua. “Momen ini mau mengingatkan kita semua bahwa kita hidup dalam keberagaman dan kemajemahan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tugas pemerintah adalah memastikan semua orang di Ambon memiliki akses yang sama terhadap berbagai layanan.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional melalui Festival Kreasi Inklusi ini menjadi platform penting. Kegiatan ini mendorong kemajuan sosial dan peningkatan akses keuangan yang setara bagi penyandang disabilitas. Kolaborasi antara Pemkot Ambon, OJK, dan lembaga keuangan lainnya menjadi kunci utama.

Festival ini tidak hanya merayakan Hari Disabilitas Internasional, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi antarpihak. “Kegiatan hari ini adalah bukti kolaborasi luar biasa antara OJK, lembaga keuangan, pemerintah kota, dan para pemangku kepentingan,” kata Bodewin. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Visi Ambon Inklusif dan Dukungan Berkelanjutan

Visi pembangunan Kota Ambon periode 2025–2030 secara eksplisit berfokus pada terwujudnya Ambon Manise yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas lembaga, termasuk dengan lembaga keuangan, merupakan strategi utama. Ini bertujuan untuk memperluas akses layanan bagi penyandang disabilitas di Kota Inklusif Ambon.

Pemkot Ambon berjanji akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak. Tujuannya adalah menyediakan dukungan nyata bagi penyandang disabilitas, mencakup ruang kreativitas dan akses layanan publik. “Jika ini terus kita lakukan, visi besar mewujudkan Ambon yang inklusif akan dapat dicapai,” tegas Bodewin.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada OJK Provinsi Maluku, para guru, pelatih, dan pimpinan sekolah luar biasa (SLB). Kontribusi mereka dalam mendampingi anak-anak penyandang disabilitas sangat berarti. Pesan penyemangat juga disampaikan kepada peserta kegiatan, khususnya penyandang disabilitas.

“Kepada anak-anakku penyandang disabilitas, kalian tidak sendiri. Pemerintah dan semua pihak ada untuk kalian. Jangan berkecil hati, Tuhan tidak pernah keliru menciptakan seseorang,” ucap Bodewin. Harapannya, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pemahaman dan praktik inklusi di Kota Ambon.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi