Gubernur Jateng Ajak Perantau Beri Kontribusi Pembangunan, Jangan Lupa Kampung Halaman

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerukan kepada perantau Jateng untuk aktif berpartisipasi dalam kontribusi pembangunan daerah asal, serta menjaga nilai kekerabatan dan gotong royong.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Jateng Ajak Perantau Beri Kontribusi Pembangunan, Jangan Lupa Kampung Halaman
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerukan kepada perantau Jateng untuk aktif berpartisipasi dalam kontribusi pembangunan daerah asal, serta menjaga nilai kekerabatan dan gotong royong. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Gubernur Ahmad Luthfi baru-baru ini mengajak seluruh warga perantau asal Jawa Tengah untuk turut serta berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ajakan ini disampaikan dalam acara "Ngobrol Seru Bareng Gubernur Jawa Tengah" yang berlangsung di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Gubernur menekankan pentingnya peran diaspora dalam memajukan kampung halaman mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Luthfi secara langsung menyampaikan harapannya agar hasil dari perantauan dapat diinvestasikan kembali ke daerah asal masing-masing. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Jawa Tengah. Ia juga mengingatkan para perantau untuk tidak melupakan adat istiadat yang menjadi ciri khas budaya Jawa.

Acara ini menjadi wadah bagi Gubernur untuk berinteraksi langsung dengan warga Jawa Tengah di perantauan, sekaligus menyalurkan berbagai bantuan. Bantuan tersebut meliputi dukungan pendidikan bagi mahasiswa dan modal usaha bagi pelaku UMKM. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung warganya, baik yang di daerah maupun di perantauan.

Pentingnya Peran Perantau dalam Pembangunan Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa peran perantau sangat strategis dalam upaya pembangunan Jawa Tengah. Ia secara lugas menyatakan, "Bapak-bapak dan adik-adik sekalian tidak menjadi jagoan atau raja rimba, kalau belum menaklukkan Jawa Tengah dengan pulang membangun kampung halaman." Pernyataan ini menjadi pengingat akan tanggung jawab moral bagi setiap individu yang berasal dari Jawa Tengah.

Lebih lanjut, Gubernur berharap agar para perantau dapat menginvestasikan keuntungan atau hasil jerih payah mereka di perantauan ke daerah asal. Investasi ini bisa beragam bentuknya, mulai dari pendirian usaha, pengembangan infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat lokal. Kontribusi ini diharapkan dapat mempercepat laju pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga di Jawa Tengah.

Selain aspek ekonomi, Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadat. Ia berpesan, "Jangan hilangkan tradisi di wilayah, karena membangun Jawa Tengah dasarnya kekerabatan, gotong royong, dan 'tepa salira' (solidaritas)." Nilai-nilai ini dianggap sebagai fondasi utama dalam membangun kebersamaan dan kemajuan daerah.

Kebersamaan dan gotong royong menjadi landasan utama dalam setiap program pembangunan di Jawa Tengah. Semua elemen masyarakat, termasuk perantau, diharapkan terlibat aktif tanpa terkecuali dan tanpa ego sektoral. Keterlibatan ini mencerminkan semangat inklusivitas yang diusung oleh pemerintah provinsi.

Kolaborasi dan Potensi Diaspora Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan rasa bangganya terhadap warga Jawa Tengah yang berada di perantauan, terutama karena semangat kebersamaan yang tinggi. Semangat ini menjadi modal sosial yang kuat untuk menggerakkan berbagai inisiatif pembangunan. Potensi diaspora Jawa Tengah di berbagai sektor sangat besar dan perlu dioptimalkan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, turut menyampaikan pandangannya. Menurut Leles, warga Jawa Tengah di perantauan merupakan potensi luar biasa yang belum sepenuhnya termanfaatkan untuk pembangunan daerah asal. Mereka memiliki keahlian, jaringan, dan modal yang dapat disinergikan.

Leles menambahkan bahwa ada banyak program yang dapat dikolaborasikan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan komunitas perantauan. "Diaspora Jawa Tengah bisa dikoordinasi untuk turut membangun Jawa Tengah," ujarnya. Kolaborasi ini bisa mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menunjukkan dukungan nyata dengan menyerahkan berbagai bantuan. Bantuan pendidikan dari Baznas disalurkan kepada 100 mahasiswa asal Jawa Tengah, sementara bantuan simbolis KUR diberikan kepada pelaku UMKM. Inisiatif ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak perantau untuk berkontribusi dan berinvestasi di kampung halaman.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi