Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa 82 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Terpencil dari total 130 unit di Kalimantan Selatan telah tersertifikasi. Unit-unit ini memegang peranan vital dalam percepatan penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kehadiran SPPG Terpencil ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi tantangan geografis dan aksesibilitas.
Pernyataan ini disampaikan oleh Koordinator Regional BGN Provinsi Kalsel, Siti Fatimah, saat kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus. Kunjungan tersebut berfokus pada penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Sekolah Rakyat di Banjarbaru pada Rabu (3/12). Fokus pembangunan pada SPPG Terpencil belakangan ini cukup menjadi perhatian serius di wilayah Kalsel.
Siti Fatimah menjelaskan bahwa SPPG Terpencil memiliki karakteristik berbeda dari SPPG Aglomerasi yang beroperasi di daerah mudah terjangkau. Perbedaan ini mencakup kapasitas distribusi serta jangkauan wilayah pelayanan. Upaya sertifikasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan pemerataan gizi di seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang sulit diakses.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis SPPG Terpencil dalam Program MBG
SPPG Terpencil memiliki peran krusial dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menyentuh masyarakat di daerah 3T. Siti Fatimah memaparkan perbedaan mendasar antara SPPG Terpencil dan SPPG Aglomerasi. "Kalau SPPG Aglomerasi biasanya mendistribusikan hingga 2.500-3.000 paket atau di atasnya. Sedangkan SPPG Terpencil mendistribusikan MBG di bawah 1.000 paket," tuturnya.
Pola pendistribusian MBG oleh SPPG Terpencil juga disesuaikan dengan kondisi geografis yang menantang. SPPG Terpencil hanya melayani area di sekitar dapur terdekat karena akses yang cukup sulit. Berbeda dengan SPPG Aglomerasi yang mampu mendistribusikan hingga jarak 6 kilometer ke atas, SPPG Terpencil fokus pada efisiensi jangkauan lokal. Hal ini memastikan paket MBG dapat sampai tepat waktu kepada penerima.
Keberadaan SPPG Terpencil ini menjadi tulang punggung bagi program MBG di wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Dengan jumlah 82 unit yang telah tersertifikasi, diharapkan cakupan layanan gizi dapat semakin luas. Ini adalah langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan gizi bagi seluruh warga negara, khususnya di Kalimantan Selatan.
Advertisement
Advertisement
Pengembangan dan Target Operasional SPPG Baru
Badan Gizi Nasional (BGN) terus berupaya memperluas jangkauan SPPG Terpencil di Kalimantan Selatan. Siti Fatimah mengungkapkan bahwa beberapa unit pengajuan baru telah disetujui oleh BGN. Salah satu lokasi penting yang sedang dalam proses pembangunan adalah di Paramasan, Kabupaten Banjar. Pembangunan ini menjadi prioritas untuk segera melayani masyarakat.
Progres pembangunan SPPG Terpencil di Kabupaten Banjar menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. "Berdasarkan pemantauan, progres pembangunan SPPG Terpencil di Kabupaten Banjar itu cukup cepat, sudah mencapai di atas 50 persen dan tinggal memasok barang-barang saja, sebelum akhir tahun sudah bisa beroperasi," ujar Siti. Target operasional sebelum akhir tahun ini menunjukkan komitmen tinggi untuk segera memberikan layanan.
Dengan penambahan SPPG baru ini, diharapkan distribusi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah 3T akan semakin optimal. Pengembangan infrastruktur gizi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ini juga menunjukkan responsifitas terhadap kebutuhan gizi di wilayah-wilayah yang memiliki tantangan aksesibilitas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews