Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan, ada yang kaget soal target penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga mencapai 80 juta murid dan ibu hamil.
Hal ini disampaikan Gibran dalam acara 'Gibran Bicara Bersama Retno Pinasti' Ekslusif Liputan6 SCTV terkait dirinya yang baru saja menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan pada 22-23 November lalu.
Awalnya, Retno lebih dulu menyebutkan soal beberapa program unggulan pemerintah Indonesia yang disampaikan oleh Gibran dalam kegiatan tersebut. Beberapa di antaranya soal MBG hingga penggunaan QRIS dalam transaksi jual-beli atau pembayaran.
"QRIS ini kan memang sistem pembayaran yang simpel dan murah. Bagaimana, Mas, Indonesia bersikap terhadap operator kartu kredit asal Amerika yang cukup jengah ya dengan keberadaan QRIS ini?," tanya Pemimpin Redaksi SCTV & Indosiar itu kepada Gibran seperti dikutip merdeka.com, Rabu (3/12).
Advertisement
Sebagian tidak bankable
"Kalau saya lihat ya, QRIS ini cukup membanggakan. Karena ini karya anak bangsa. Dan kita sudah mencoba untuk membumikan QRIS ini dari zaman saya masih wali kota," jawab Gibran.
"Bagaimana kita masuk ke pasar-pasar, UMKM, gerobak-gerobak kaki lima di pinggir jalan. Sekarang semuanya sudah punya barcode-nya semua. Tinggal scan bayar," sambungnya.
Namun, menurutnya ada yang harus menjadi sorotan soal bagaimana sebuah sistem pembayaran yang inklusif, simpel, low cost itu bisa dipakai oleh UMKM.
"UMKM sebagian besar tidak bankable. Jadi ini penting sekali," ujarnya.
Advertisement
Ada yang Kaget dengan Target 80 Juta Penerima MBG
Kemudian, di sela-sela jawaban itu eks Wali Kota Solo ini pun menyampaikan soal target pemerintah untuk penerima MBG sebanyak 80 juta murid dan hamil.
"Dan MBG, saya sampaikan juga, kita targetnya 80 juta murid dan ibu hamil. Itu orang-orang kaget. Wah, Indonesia mampu ini? Mampu," ujar Gibran.
"Ada respon khusus enggak, Mas, dari delegasi lain tentang MBG?," tanya Retno.
"Pasti. Ada yang kaget. Beneran 80 juta sanggup? Bisa. Karena ini masih tahun pertama dan penyebarannya cepat. Ya itulah kenapa setelah saya pulang dari Afrika, sebelum saya laporan ke pak presiden, paginya saya ngecek MBG dulu. Karena MBG itu penting," jawab Gibran.
"Dan setiap kali kunjungan saya ke kota-kota, pulau-pulau terluar, terpencil, yang saya lihat pasti MBG. MBG-nya jalan enggak? Dan ini adalah program yang sangat strategis dan juga sebagai investasi," pungkasnya.