Hujan lebat yang mengguyur wilayah Serdang Bedagai, Sumatera Utara, selama beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak serius pada sektor pertanian. Sedikitnya 13 ribu hektare lahan persawahan di kabupaten tersebut kini terendam banjir, mengancam keberlangsungan panen petani.
Peristiwa ini terjadi di 10 kecamatan yang tersebar di Serdang Bedagai, dengan usia tanaman padi yang terdampak bervariasi antara satu hingga 60 hari setelah tanam (HST). Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan petani, mengingat potensi kerugian yang sangat besar.
Wakil Bupati Serdang Bedagai, Adlin Tambunan, menyatakan keprihatinannya atas bencana ini dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membantu masyarakat terdampak. Upaya penanganan dan pendataan terus dilakukan untuk meringankan beban petani yang menghadapi ancaman puso.
Advertisement
Advertisement
Dampak Luas Banjir pada Sektor Pertanian Serdang Bedagai
Banjir yang melanda Serdang Bedagai telah merendam sebagian besar lahan persawahan produktif. Dari total luas tanam 19 ribu hektare, sekitar 13 ribu hektare di antaranya kini tergenang air, menimbulkan kerugian signifikan bagi petani.
Lahan-lahan yang terdampak banjir Serdang Bedagai ini tersebar di berbagai kecamatan, mencakup Tebing Tinggi, Sei Bamban, Sei Rampah, Teluk Mengkudu, Bandar Khalifah, Tebing Syahbandar, Tanjung Beringin, Pantai Cermin, Perbaungan, dan Pegajahan. Usia tanaman padi yang masih muda, antara satu hingga 60 hari setelah tanam, sangat rentan terhadap kerusakan akibat terendam air.
Ketua Gapoktan Gemaripah Desa Sei Rejo, Sahrizal, mengungkapkan bahwa di desanya saja, 486 hektare persawahan terendam banjir dengan usia tanam rata-rata 20 hari. "Dengan situasi banjir seperti ini kemungkinan besar tanaman padi kami akan puso," ujar Sahrizal, menggambarkan keputusasaan yang dialami petani.
Advertisement
Advertisement
Upaya Pemerintah Daerah Mengatasi Bencana Banjir
Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai tidak tinggal diam menghadapi bencana banjir yang merendam persawahan. Wakil Bupati Adlin Tambunan berharap agar banjir segera surut sehingga tanaman padi petani dapat terselamatkan dari kerusakan lebih lanjut.
Untuk tanaman padi yang dipastikan puso, Dinas Pertanian akan terus melakukan pendataan secara menyeluruh. Data ini nantinya akan dikirimkan ke instansi terkait di tingkat provinsi, sembari berupaya mengusulkan bantuan benih padi untuk para petani terdampak.
Sebagai langkah awal untuk meringankan beban masyarakat, khususnya petani, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai telah menyalurkan bantuan bibit kepada gapoktan yang terdampak bencana. Adlin Tambunan mengakui bahwa luasnya areal persawahan yang terendam banjir ini "tentunya akan berpengaruh pada pergeseran waktu musim tanam."
Advertisement
Pemerintah daerah berkomitmen untuk berupaya semaksimal mungkin membantu petani dalam menghadapi kesulitan pasca-bencana banjir. Salah satu fokus utama adalah membantu ketersediaan benih padi agar petani dapat segera melakukan penanaman kembali setelah banjir surut.
Sumber: AntaraNews