Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terendam, Banjir Bandang Terjang Kabupaten Solok

Banjir bandang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat, merendam ribuan hektare lahan pertanian dan menghanyutkan rumah warga. Simak dampak dan upaya penanganannya terhadap bencana di Solok ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terendam, Banjir Bandang Terjang Kabupaten Solok
Intensitas hujan tinggi sebabkan banjir bandang di Nagari Aia Dingin, Kabupaten Solok. Ribuan hektare lahan pertanian terendam, enam rumah hanyut. Warga diimbau waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan di Solok. (AntaraNews)

Banjir bandang hebat melanda Nagari (Desa) Aia Dingin, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Kamis (27/11) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa ini terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir, menyebabkan luapan air sungai setempat yang merendam ratusan hingga ribuan hektare lahan pertanian warga.

Dampak langsung dari bencana alam ini sangat signifikan, tidak hanya merusak lahan pertanian, tetapi juga menghanyutkan enam unit rumah warga dan enam kendaraan roda dua. Wali Nagari Aia Dingin, Heril Wandi, mengonfirmasi kejadian tersebut dari Alahan Panjang, menyoroti skala kerusakan yang ditimbulkan oleh luapan air.

Meskipun kerugian material cukup besar, Heril Wandi mengungkapkan rasa syukurnya karena tidak ada korban jiwa dalam insiden banjir bandang ini. Masyarakat yang terdampak telah mengungsi ke rumah sanak famili terdekat, sementara pemerintah nagari dan pihak kepolisian telah bergerak cepat menyalurkan bantuan awal.

Dampak Kerusakan dan Wilayah Terdampak Banjir Solok

Banjir bandang yang menerjang Nagari Aia Dingin ini menyebabkan kerusakan parah di dua jorong utama, yaitu Jorong Koto dan Jorong Data. Di Jorong Data, tercatat satu rumah hanyut terbawa arus dan seluas 1.150 hektare lahan pertanian terseret luapan air sungai, menimbulkan kerugian besar bagi petani.

Sementara itu, di Jorong Koto, bencana banjir Solok ini berdampak pada 152 hektare lahan pertanian dan merusak empat rumah warga. Total enam rumah warga dan enam kendaraan roda dua dilaporkan hanyut atau rusak parah akibat terjangan air bah yang datang secara tiba-tiba.

Selain kerusakan akibat banjir, bencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok juga menyebabkan longsor di Jorong Aia Sonsang yang menimbun lahan pertanian warga. Sekolah SDN 34 di Nagari Aia Dingin juga mengalami keretakan, menambah daftar infrastruktur yang terdampak.

Respons Cepat dan Bantuan untuk Korban Banjir Solok

Menanggapi situasi darurat ini, pemerintah nagari setempat bersama Kapolsek Lembah Gumanti segera bertindak cepat. Mereka telah menyerahkan bantuan berupa beras dan sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir di Nagari Aia Dingin untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Heril Wandi juga menyatakan bahwa pihaknya telah menginformasikan peristiwa banjir Solok ini kepada Pemerintah Kabupaten Solok. "Kami telah menginformasikan peristiwa banjir ini ke Pemkab Solok. Namun, kami tetap memberikan pemahaman ke masyarakat setempat agar bersabar menunggu bantuan. Karena saat ini hampir seluruh daerah di Kabupaten Solok terdampak bencana hidrometeorologi," ujar Wandi.

Upaya koordinasi dan distribusi bantuan terus dilakukan, meskipun tantangan besar dihadapi mengingat hampir seluruh wilayah Kabupaten Solok juga terdampak bencana serupa. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga dan memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi.

Imbauan Kewaspadaan di Tengah Cuaca Ekstrem di Solok

Mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem, Wali Nagari Aia Dingin Heril Wandi mengimbau masyarakat Nagari Aia Dingin dan sekitarnya untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Potensi bencana alam hidrometeorologi seperti banjir susulan dan longsor masih sangat tinggi di wilayah Solok.

"Terutama bagi masyarakat yang berada di pinggiran sungai agar mencari tempat yang lebih aman. Karena tidak tertutup kemungkinan akan ada luapan sungai susulan. Mengingat cuaca masih hujan badai," katanya, menekankan pentingnya evakuasi mandiri jika tanda-tanda bahaya muncul.

Lebih lanjut, kepala dusun setempat juga telah mengingatkan masyarakat melalui pengeras suara di masjid agar selalu waspada dan berhati-hati. Peringatan dini ini diharapkan dapat meminimalkan risiko dan dampak yang lebih besar dari bencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi