Pekerja memilah sampah di TPS3R Sinergi Bersih di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025) (merdeka.com/ Rendi Saputra)
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menegaskan Indonesia tengah menghadapi krisis sampah yang membutuhkan penanganan lebih serius dan terukur. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah meresmikan tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle (TPS3R) Sinergi Bersih di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025).
Fasilitas ini dibangun melalui kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersama PT Nestle Indonesia, WWF-Indonesia, dan Waste4Change di atas lahan seluas 1.800 meter persegi. TPS3R tersebut mampu menampung dan mengolah sekitar 30 hingga 40 ton sampah per hari. Seluruh sampah yang masuk akan dipilah dan dicacah hingga menghasilkan bahan setara Refuse Derived Fuel, seperti yang diolah di TPST Bantar Gebang, untuk kemudian dimanfaatkan industri semen sebagai sumber energi alternatif.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono saat peresmian TPS3R Sinergi Bersih di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025) merdeka.com/ Rendi Saputra
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono saat peresmian TPS3R Sinergi Bersih di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025) merdeka.com/ Rendi Saputra
Peresmian TPS3R Sinergi Bersih di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025) merdeka.com/ Rendi Saputra
Pekerja memilah sampah di TPS3R Sinergi Bersih di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025) merdeka.com/ Rendi Saputra
Pekerja memilah sampah di TPS3R Sinergi Bersih di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025) merdeka.com/ Rendi Saputra