Pemkab Tetapkan Zona Merah Lokasi Longsor Cilacap, Warga Segera Direlokasi

Area seluas 3,5 hektare telah disediakan untuk relokasi para korban bencana longsor.

Muhamad Ridlo
Oleh Muhamad Ridlo - Reporter
Pemkab Tetapkan Zona Merah Lokasi Longsor Cilacap, Warga Segera Direlokasi
Evakuasi Jenazah korban longsor di Cilacap. (Istimewa) (© 2025 Liputan6.com)

Pemerintah Kabupaten Cilacap di Jawa Tengah telah memastikan akan melakukan relokasi terhadap warga yang menjadi korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, setelah bencana longsor besar yang melanda daerah tersebut. Selain itu, pemerintah juga berencana untuk merelokasi warga yang tinggal di area yang ditetapkan sebagai zona merah longsor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap, Sadmoko Dhanardono, mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari mendatang, pemerintah akan melakukan pendataan terhadap warga dan pemilik lahan di sekitar wilayah rawan untuk menyampaikan rencana relokasi tersebut.

"Daerah yang terdampak saat ini kami nyatakan sebagai daerah merah, artinya daerah yang tidak layak untuk dijadikan permukiman karena rawan potensi longsor. Warga yang berada di zona ini wajib direlokasi," kata Sadmoko dalam konferensi pers di Posko Bencana Longsor Cibeunying, Minggu (16/11).

Dia menegaskan bahwa penetapan zona merah menjadi acuan bagi pemerintah dalam merancang rencana pemindahan penduduk. Langkah ini diambil demi keselamatan warga dan untuk mencegah terjadinya bencana susulan.

Di sisi lain, semua korban selamat telah menerima penanganan dari Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama dengan BPBD dan BNPB. Sadmoko memastikan bahwa warga yang berada di pengungsian maupun yang masih menjalani perawatan di rumah sakit mendapatkan dukungan yang sepenuhnya.

Selain itu, Sadmoko juga menambahkan bahwa sebagian korban mengalami trauma psikologis akibat bencana tersebut. Oleh karena itu, sejumlah instansi telah melakukan trauma healing di lokasi pengungsian dan fasilitas kesehatan untuk membantu proses pemulihan mental para korban.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan bahwa relokasi ini merupakan langkah penting dalam proses penyelamatan dan pemulihan pasca-bencana yang telah menghancurkan puluhan rumah serta menyebabkan korban jiwa.

"Maka saya sudah koordinasi dengan Pak Bupati sudah menyiapkan 3,5 hektare di daerah Majenang. Nanti untuk rumahnya kita siapkan 400 (juta), kita geser agar masyarakat yang terdampak segera recovery," ujarnya kepada wartawan saat melakukan peninjauan di lokasi longsor di Cibeunying pada hari Minggu (16/11).

Keputusan untuk melakukan relokasi ini diambil setelah evaluasi lapangan menunjukkan adanya retakan besar di area tebing atas yang dapat memicu longsor susulan.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah desa, kecamatan, Koramil, dan Polsek telah dikerahkan untuk memberikan imbauan serta memindahkan sementara warga yang berada di zona berbahaya. "Di atas itu masih ada retakan. Bagi mereka yang rentan, sementara kita geser dulu sehingga tidak terulang lagi," tambah Luthfi.

Pemerintah Provinsi menargetkan agar pemindahan ke hunian sementara dapat dilakukan secepatnya, sambil menyelesaikan pembangunan unit hunian permanen di lokasi relokasi. Dalam upaya penanganan jangka pendek, pemerintah telah menyiapkan berbagai layanan dasar di sejumlah titik pengungsian, mencakup logistik, kesehatan, dan dukungan psikologis.

Tim gabungan juga telah membuka kluster untuk penanganan pemulihan, yang termasuk penyediaan layanan trauma healing khusus bagi anak-anak, serta memastikan proses belajar mengajar bagi pelajar yang terdampak tetap berjalan. "Recovery pascabencana dari Dinas Kesehatan dan psikologi kita lakukan, terutama trauma healing bagi mereka yang terdampak, khususnya anak-anak," ungkap Luthfi.

Hingga hari keempat operasi pencarian, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 13 jenazah korban longsor. Diperkirakan masih ada 10 korban yang belum ditemukan, dan saat ini pencarian mereka masih terus dilakukan.

Rekomendasi