Mengaku Rekening Dipinjam Buat Titip Transfer, Polda Sulsel Selidiki Polwan Diduga Terlibat TPPO

Menurut penuturan polwan terkait, ia hanya diminta dititipi uang yang akan ditransfer sebanyak Rp30 juta. Namun, Kapolda Sulawesi Selatan tak langsung percaya.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Mengaku Rekening Dipinjam Buat Titip Transfer, Polda Sulsel Selidiki Polwan Diduga Terlibat TPPO
Mengaku Rekening Dipinjam Buat Titip Transfer, Polda Sulsel Selidiki Polwan Diduga Terlibat TPPO (Merdeka.com)

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melaukan penyelidikan terkait dugaan adanya Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas di Kepolisian Resor Kota besar Makassar inisial Bripda AZ terlibat dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sebelumnya, Bripda AZ diduga terlibat dalam pemerasan modus tuduhan TKI ilegal bersama tiga oknum anggota TNI AD di Kabupaten Gowa.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel Inspektur Jenderal Djuhandhani Rahardjo Puro, memastikan bahwa keterlibatan Bripda AZ kini tengah didalami oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polrestabes Makassar.

Djuhandhani bahkan mengaku telah menelepon Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, untuk mengurus kasus tersebut.

“Saya langsung mengambil alih. Kapolres sudah saya hubungi, kemudian anggota yang dilaporkan ikut terlibat langsung kami laksanakan pemeriksaan. Pada intinya, saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan sedang berjalan,” kata Djuhandhani.

Hasil Pemeriksaan Sementara

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjutnya, Bripda AZ membantah terlibat dalam aksi pemerasan terhadap sopir travel antardaerah berinisial AI (20).

Menurut pengakuannya, Bripda AZ saat itu hanya dihubungi oleh salah seorang anggota TNI AD yang dikenalnya untuk meminjam rekeningnya.

“Dari pengakuan oknum Polwan yang disampaikan, kami mendapatkan keterangan bahwa yang bersangkutan ditelepon oleh salah satu oknum TNI untuk meminjam rekening. Karena rekeningnya tidak ia hafal, disampaikanlah nomor rekening temannya yang saat itu bersama anggota Polwan tersebut,” jelas Djuhandhani.

Malam itu, uang sebesar Rp30 juta kemudian masuk ke rekening milik teman Bripda AZ. Belakangan, oknum TNI AD itu meminta agar uang tersebut dikirim kembali ke rekening pribadinya.

“Kemudian dari nomor rekening dikirim uang, memang dikirim ke temannya anggota Polwan tersebut. Tidak lama kemudian, dia ditelepon kembali dan diminta agar uang yang sudah dikirim dikembalikan lagi,” tambahnya.

Kapolda Tidak Mau Percaya Begitu Saja

Meski begitu, Djuhandhani tak ingin serta-merta percaya dengan pengakuan Bripda AZ saat diperiksa di Propam Polrestabes Makassar.

Ia mengaku telah meminta Propam untuk menelusuri transaksi keuangan di rekening milik Bripda AZ dan temannya tersebut.

“Kami tidak percaya begitu saja. Kami akan melihat pembuktian yang ada, termasuk menelusuri transaksi keuangan dengan bekerja sama dengan pihak perbankan. Kami ingin memastikan sejauh mana proses itu berlangsung,” tegasnya.

Djuhandhani menegaskan bahwa pihaknya terus menelusuri setiap perkembangan dalam kasus ini secara mendalam. Ia menyebut sejauh ini pemeriksaan masih berlangsung dan mulai mengerucut pada sejumlah temuan awal yang akan menjadi dasar tindak lanjut berikutnya.

“Dan sementara proses pemeriksaan ini sedang berjalan, ada gambaran yang kiranya juga akan terus kami telusuri,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo.

Menurutnya, langkah-langkah yang diambil Polda Sulsel merupakan bentuk keseriusan dalam menindaklanjuti isu yang tengah menjadi perhatian publik.

“Jadi, kami ingin menyampaikan bahwa ini adalah upaya-upaya yang sudah kami laksanakan terkait dengan penanganan dan apa yang terjadi saat ini menjadi isu di masyarakat Sulawesi Selatan,” ucapnya.

Rekomendasi