Polisi menyelidiki kasus ledakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Dalam insiden yang terjadi pada Jumat (7/11), menyebabkan sebanyak 96 orang mengalami luka-luka.
Kabid Balmetfor Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Ari Kurniawan Jati mengatakan, bahan peledak yang ditemukan polisi di lokasi terjadinya ledakan berkekuatan rendah.
"Dari olah TKP yang kami laksanakan baik di TKP 1, TKP 2 maupun rumah ABH, didapatkan hasil bahwa di TKP 1 residu bahan peledak dengan kekuatan rendah atau low eksplosif," kata Ari kepada wartawan, Rabu (12/11).
"Pada TKP 2 maupun bahan yang didapat dari bom yang belum meledak, kita analisa di laboratorium forensik, kita dapatkan hasil bahan peledak yang memiliki kekuatan rendah atau low eksplosif," sambungnya.
Advertisement
Di Rumah Terduga Ditemukan Bahan Peledak
Kemudian, berdasarkan hasil penggeledahan atau pemeriksaan di rumah terduga pelaku juga ditemukan bahan-bahan peledak yang memiliki kekuatan ledakan yang rendah atau low eksplosif.
"Dengan kata lain bahwa bahan yang ada di TKP 1 di dalam masjid, maupun di TKP 2 di samping bank sampah itu ada kesesuaian dengan bahan bahan yang ada di rumah ABH. Hasil itu akan kami rangkum dan kita simpulkan karena hasilnya sudah final dari Laboratorium forensik. Selanjutnya akan diberikan kepada penyidik," pungkasnya.
Advertisement
Ledakan di SMA 72 Jakarta
Sebuah ledakan terjadi di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta, Jln. Prihatin, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara pada, Jumat (7/11). Polisi turun tangan melakukan penyelidikan.
Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.
"Iya, benar ada ledakan," kata dia kepada wartawan.