Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) secara serentak menggelar kampanye masif. Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC) di wilayah tersebut. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mencapai target penurunan kasus TBC hingga 50 persen pada tahun 2030.
Kampanye yang bertajuk 'Gasspol TBC: Gerak Akselerasi Sulsel Percepat Eliminasi Tuberkulosis' ini dipusatkan di area Car Free Day (CFD) Universitas Hasanuddin, Kota Makassar. Acara serupa juga dilaksanakan di 16 kabupaten dan kota se-Sulsel, serta delapan provinsi lain di Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menanggulangi penyakit menular tersebut.
Berbagai rangkaian acara diselenggarakan untuk menarik perhatian masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan bahaya TBC. Mulai dari senam sehat, penandatanganan komitmen bersama, talkshow, hingga edukasi dan hiburan seputar TBC. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan kampanye ini, melibatkan berbagai pihak terkait kesehatan dan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Akselerasi Nasional untuk Eliminasi TBC
Staf Ahli Bidang Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan Kemenko PMK, Aris Darmansyah, mengingatkan bahwa TBC adalah penyakit dengan risiko tinggi yang memerlukan perhatian serius. Penyakit ini bahkan disebut melampaui risiko COVID-19 dalam konteks tertentu. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen penuh untuk terus berakselerasi dalam mengentaskan penyakit menular yang telah ada selama ratusan tahun ini.
Data global menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi kedua dalam hal penemuan kasus TBC. "Berdasarkan data dunia kita sudah nomor dua dalam hal kasus temuan. Artinya penemuan kasus di Indonesia semakin meningkat," ujar Aris Darmansyah. Rata-rata ada sekitar 1.090.000 kasus TBC per tahun di Indonesia, sebuah angka yang sangat mengkhawatirkan.
Pemerintah menargetkan penurunan kasus TBC secara signifikan, yaitu hingga 50 persen pada tahun 2030. Target ini berarti menurunkan angka dari 387 kasus per 100 ribu penduduk menjadi 65 kasus per 100 ribu penduduk. Untuk mencapai tujuan ini, Kemenko PMK bersama Kementerian Kesehatan terus menggencarkan kampanye "TOSS TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh," guna memastikan masyarakat memahami bahwa TBC dapat disembuhkan sepenuhnya.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor dan Edukasi Komprehensif
Asisten 1 Pemerintah Provinsi Sulsel, Muhammad Ishaq Iskandar, menjelaskan bahwa kampanye "Gasspol TBC" ini melibatkan beragam kegiatan edukatif dan preventif. Masyarakat dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, skrining kesehatan jiwa, serta mendapatkan edukasi mendalam mengenai TBC. Pameran dan games seputar TBC juga turut memeriahkan acara, menjadikannya lebih interaktif.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Dinas Kesehatan, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Sulsel, Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis (Yamali TB), Kareba Baji, dan Universitas Hasanuddin. "Ini menjadi simbol bahwa kita semua serius dalam upaya eliminasi TBC," kata Muhammad Ishaq Iskandar, menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak.
Selain itu, acara ini juga menghadirkan talkshow dengan dokter spesialis paru yang memberikan informasi pencegahan dan penanganan TBC secara komprehensif. Testimoni dari penyintas TBC yang berhasil sembuh, yang dihadirkan oleh Kareba Baji, turut memberikan semangat dan harapan. Masyarakat yang hadir juga dibekali informasi mengenai website, hotline, dan aplikasi untuk skrining mandiri serta kemudahan akses layanan TBC.
Advertisement
Sumber: AntaraNews