Kapolri Jawab Kabar Bullying di Balik Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mengunjungi korban ledakan di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Kapolri Jawab Kabar Bullying di Balik Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjenguk korban ledakan SMAN 72 di RSIJ Cempaka Putih, memastikan penanganan medis dan trauma healing berjalan baik bagi 39 korban yang terdampak. (AntaraNews)

Polisi hingga kini masih mengumpulkan sejumlah bukti terkait dengan dugaan adanya bullying dalam kasus ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

Kejadian yang terjadi pada Jumat (7/11) kemarin telah menyebabkan puluhan orang mengalami luka.

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mengunjungi korban ledakan di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.

"(Dugaan bullying) Ya, itu salah satu yang kita kumpulkan juga, terkait dengan bagian dari upaya kita untuk mengungkap motif. Artinya, informasi-informasi yang terkait, yang bisa mendukung proses kita untuk mendapatkan gambaran motif, tentunya kita kumpulkan," kata Sigit, Jakarta, Sabtu (8/11).

Jenderal bintang empat ini berjanji akan menyampaikan kepada masyarakat jika memang semua bukti dan keterangan sudah terkumpul dengan lengkap.

"Namun, sekali lagi, secara lengkap, secara resmi nanti akan kita rilis ya, karena kita sekarang sedang dalam tahap mengumpulkan semua informasi yang ada," ujarnya.

"Dan mudah-mudahan kita bisa segera rilis dalam waktu yang tidak terlalu lama. Saya kira itu," pungkasnya.

Kabar Beredar Pelaku Korban Bullying

Sebelumnya, Siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta berinisial S sempat bercerita adanya dugaan perundungan atau bullying dalam peristiwa ledakan saat salat Jumat di sekolahnya.

"Saya dapat info katanya pelakunya terindikasi siswa. Mungkin karena dia tuh korban bully jadi ingin balas dendam," tutur S di lingkungan SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11).

Kejadian saat Salat Jumat

Dengan pakaian yang masih berlumuran darah teman-temannya, S bercerita bahwa ledakan terjadi di tengah masjid saat salat Jumat baru akan dimulai. Para siswa pun langsung berhamburan keluar masjid.

"Kronologi sebelum salat Jumat lagi mau khutbah selesai, lagi mau iqomah, tiba-tiba ada ledakan. Dari tengah masjid. Ada ledakan kita kabur, nyelamatin teman-teman, setelah nyelametin teman-teman ada ledakan lagi kedua kali," jelas dia.

Rekomendasi