Pemkab Sigi Libatkan Kepsek dan Kades Ajak Ribuan Anak Putus Sekolah Sigi Kembali Bersekolah

Pemerintah Kabupaten Sigi berkomitmen menekan angka Anak Putus Sekolah Sigi yang mencapai ribuan, melibatkan kepala sekolah dan kepala desa untuk mengajak mereka kembali ke bangku pendidikan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Sigi Libatkan Kepsek dan Kades Ajak Ribuan Anak Putus Sekolah Sigi Kembali Bersekolah
Pemerintah Kabupaten Sigi serius mengatasi masalah ribuan Anak Putus Sekolah Sigi dengan melibatkan kepala sekolah dan kepala desa, serta menyiapkan seragam gratis. Apa saja strateginya? (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, mengambil langkah serius untuk mengatasi masalah anak putus sekolah di wilayahnya. Upaya ini melibatkan seluruh kepala sekolah, camat, dan kepala desa demi memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dari pendidikan. Inisiatif ini digagas untuk mengembalikan ribuan anak ke bangku sekolah.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, secara langsung meminta kerja sama dari para pemangku kepentingan di tingkat desa dan kecamatan. Ia menekankan pentingnya pendataan dan ajakan persuasif agar anak-anak yang terdaftar sebagai putus sekolah dapat melanjutkan pendidikan mereka. Komitmen ini bertujuan untuk menciptakan generasi penerus yang lebih berpendidikan.

Langkah konkret yang diambil Pemkab Sigi mencakup penyediaan seragam sekolah gratis bagi jenjang PAUD hingga SMP. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2, yaitu kategori miskin ekstrem dan miskin, sebagai bentuk dukungan nyata. Selain itu, pemerintah juga memastikan tidak ada pungutan dalam bentuk apapun di sekolah.

Angka Anak Putus Sekolah di Sigi Masih Tinggi

Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2025, jumlah anak putus sekolah atau anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Sigi mencapai angka yang mengkhawatirkan. Total 6.048 anak teridentifikasi tidak melanjutkan pendidikan formal. Angka ini menjadi dasar kuat bagi Pemkab Sigi untuk segera bertindak.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.821 anak belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali. Kecamatan Sigi Biromaru menjadi wilayah dengan angka tertinggi, mencatat 559 anak dalam kategori ini. Bupati Rizal Intjenae menyoroti pentingnya memahami akar masalah mengapa anak-anak ini belum pernah masuk sekolah meskipun sudah mencapai usia wajib belajar.

Selain itu, data juga menunjukkan 981 anak mengalami drop out (DO) dari kelas 1 hingga 12, dengan puncaknya terjadi pada kelas 11 atau setara kelas 2 SMA. Sementara itu, 1.246 anak tergolong lama tidak masuk atau melanjutkan (LTM), terdiri dari 407 anak di SD kelas 6 dan 839 anak di SMP kelas 9. Tren peningkatan ini terlihat jelas dari jenjang SMP hingga menjelang SMA, menunjukkan tantangan serius dalam mempertahankan siswa di sekolah.

Komitmen Pemkab Sigi Wujudkan Pendidikan Merata

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa ke depan tidak ada lagi anak-anak di Sigi yang tidak bersekolah atau putus sekolah. Inisiatif ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sigi. Program pengembalian anak ke sekolah menjadi prioritas utama.

Salah satu upaya konkret yang diimplementasikan adalah penyediaan seragam sekolah gratis. Program ini ditujukan khusus bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, yakni desil 1 dan desil 2. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban orang tua dan menghilangkan salah satu hambatan utama bagi anak untuk kembali ke sekolah.

Selain bantuan seragam, Pemkab Sigi juga menjamin bahwa tidak akan ada pungutan dalam bentuk apapun di sekolah-sekolah di wilayahnya. Kebijakan ini bertujuan untuk menghilangkan potensi biaya tersembunyi yang seringkali menjadi alasan anak putus sekolah. Dengan demikian, akses pendidikan diharapkan menjadi lebih terbuka dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat Sigi.

  • Total anak putus sekolah/ATS di Kabupaten Sigi: 6.048 orang (data Pusdatin Kemendikbudristek 2025).
  • Anak belum pernah bersekolah: 3.821 orang (tertinggi di Kecamatan Sigi Biromaru: 559 anak).
  • Anak drop out (DO) dari kelas 1-12: 981 orang (tertinggi di kelas 11/2 SMA).
  • Anak lama tidak masuk/melanjutkan (LTM): 1.246 orang (407 di SD kelas 6, 839 di SMP kelas 9).

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi